PURWODADI, PERHUTANI (27/12/2025) | Perum Perhutani KPH Purwodadi memberikan pembekalan materi kehutanan mengenai Petak Coba Penjarangan (PCP) kepada Pramuka Saka Wanabakti Kwartir Cabang Grobogan Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 127B tanaman jati tahun 2011 seluas 9,3 hektare, wilayah RPH Karangasem, BKPH Karangasem, pada Sabtu (27/12).
Kegiatan edukasi lapangan ini diikuti oleh 25 anggota Saka Wanabakti dengan tujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap praktik pengelolaan hutan lestari, khususnya pada aspek silvikultur penjarangan tanaman jati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan secara langsung dengan Petak Coba Penjarangan, yaitu area khusus berbentuk lingkaran dengan radius 17,8 meter atau seluas 0,1 hektare yang dibuat di dalam hutan tanaman. PCP berfungsi sebagai sarana pengumpulan data kondisi tegakan pohon yang menjadi dasar pelaksanaan penjarangan, guna menyeleksi dan memelihara pohon terbaik agar menghasilkan kayu berkualitas tinggi pada akhir daur. Kegiatan PCP merupakan bagian penting dalam manajemen hutan berkelanjutan Perhutani.
Materi PCP disampaikan oleh Mandor RKP BKPH Karangasem, Handoko. Ia menjelaskan tujuan, manfaat, serta tahapan pelaksanaan PCP dan penjarangan. Peserta diajak memahami proses mulai dari penentuan lokasi PCP, penandaan batas petak dengan cat merah, pemilihan pohon tengah yang sehat dan lurus, hingga penentuan pohon yang perlu ditebang untuk memberikan ruang tumbuh optimal bagi pohon potensial.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sudaryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung edukasi kehutanan bagi generasi muda.
Pengenalan PCP kepada anggota Saka Wanabakti merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam menanamkan pemahaman tentang pengelolaan hutan yang berkelanjutan sejak dini. Melalui kegiatan ini, para anggota pramuka dapat belajar secara langsung bagaimana hutan dikelola secara ilmiah dan bertanggung jawab, jelas Sudaryono.
Sementara itu, Mandor RKP BKPH Karangasem, Handoko, menuturkan bahwa PCP memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tegakan jati.
Melalui PCP, Perhutani memperoleh data nyata mengenai kondisi tegakan di lapangan. Dari data tersebut kemudian dilakukan penjarangan dengan memilih pohon yang kurang potensial agar pohon terbaik dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan kayu berkualitas tinggi pada masa panen, terangnya.
Salah satu anggota Saka Wanabakti, Riki Huda, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Kami menjadi lebih memahami bagaimana Perhutani mengelola hutan jati secara berkelanjutan dan profesional, ungkap Riki.
Melalui kegiatan pembelajaran PCP ini, diharapkan anggota Saka Wanabakti semakin peduli terhadap kelestarian hutan serta mampu menjadi agen edukasi lingkungan di masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Perhutani dan generasi muda dalam menjaga sumber daya hutan untuk masa depan. (Kom-PHT/Pwd/Ari)
Editor: Tri
Copyright © 202