SEMARANG, PERHUTANI (16/04/2026) | Perhutani KPH Semarang melalui Bidang Lingkungan Kesatuan Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (KSS K3L) melaksanakan kegiatan uji tanah serta pengamatan vegetasi hutan di kawasan BKPH Penggaron, tepatnya di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kamis (16/04). Kegiatan ini melibatkan tim lingkungan Kantor KPH Semarang, KSS K3L yang dipimpin Kepala KSS K3L Agus Sudono beserta staf, Asisten Perhutani/Kepala BKPH Penggaron Musholeh bersama jajaran, serta mahasiswa magang dari Jurusan Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada dan Ilmu Geografi Universitas Negeri Semarang.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan pengambilan sampel tanah di beberapa titik lahan, antara lain lahan kopi, pinus, alpukat, mahoni, dan sengon. Sampel tersebut selanjutnya dianalisis untuk mengetahui karakteristik serta kondisi tanah di kawasan tersebut. Selain itu, dilakukan pula pengamatan vegetasi hutan guna melihat kondisi tutupan lahan, komposisi tanaman, serta dinamika lingkungan di lapangan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penguatan pengelolaan sumber daya hutan berbasis data dan kondisi aktual di lapangan.

Administratur KPH Semarang melalui Asisten Perhutani/Kepala BKPH Penggaron Musholeh menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan akurasi evaluasi kondisi lahan dan vegetasi hutan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memastikan kondisi hutan tetap terjaga secara menyeluruh, baik dari aspek kualitas tanah maupun keberagaman vegetasi. Melalui uji tanah dan pengamatan vegetasi, kami dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kondisi aktual di lapangan, termasuk potensi permasalahan maupun peluang pengembangan. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat, terarah, dan berkelanjutan, sehingga fungsi hutan dari sisi ekologis, ekonomis, maupun konservasi dapat terus terjaga secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada Jundan mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga.

“Kami mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan sampel tanah hingga pengamatan vegetasi di lapangan. Dari kegiatan ini, kami tidak hanya memahami teknik secara teoritis, tetapi juga dapat melihat kondisi nyata ekosistem hutan serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas tanah dan pertumbuhan vegetasi. Pengalaman ini sangat membantu dalam memperdalam pemahaman kami sebagai mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Semarang menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lahan dan ekosistem hutan sekaligus mendorong sinergi produktif bersama dunia akademik. (Kom-PHT/Smg/Noe)

Editor: Tri
Copyright © 2026