SUKABUMI, PERHUTANI (17/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem melalui partisipasi aktif dalam forum koordinasi nasional yang digelar secara video conference (Vicon) di Polres Sukabumi Kota, Selasa (14/04).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Administratur KPH Sukabumi, Dedy T.J. Mulyono, didampingi Wakil Administratur Uday Jubaedi. Vicon dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) bersama jajaran Polri se-Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi bencana.
Fokus utama dalam Vicon tersebut adalah pembahasan langkah-langkah strategis antisipasi dan mitigasi terhadap fenomena cuaca ekstrem El Nino “Godzilla”, yaitu peningkatan suhu muka laut yang diprediksi berdampak pada kekeringan panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih dalam skala luas.
Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Dedy T.J. Mulyono, menegaskan bahwa langkah preventif menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
“Kami di Perhutani telah menyiagakan POS SATLAK pengendalian kebakaran hutan dan bencana lainnya di masing-masing Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH). Dengan adanya Vicon bersama Wakapolri ini, kami semakin memahami bahwa ancaman tersebut nyata dan memerlukan penanganan terpadu. Kami akan mengintensifkan patroli terpadu, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta menyiapkan posko-posko siaga bencana,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak El Nino ekstrem.
“Fenomena El Nino ‘Godzilla’ bukan sekadar musim kemarau biasa. Potensi kebakaran hutan dan lahan sangat tinggi. Perhutani kami libatkan sebagai mitra utama karena kawasan hutan di Sukabumi menjadi salah satu titik rawan. Kolaborasi TNI-Polri, Perhutani, BPBD, Cabang Dinas Kehutanan, BMKG, dan DLH sangat diperlukan,” ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan wilayah Sukabumi dapat meminimalisir risiko kebakaran hutan serta dampak kekeringan saat puncak fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026. (Kom-PHT/SMI/Chen)
Editor: MS
Copyright©️2026