KEDU UTARA, PERHUTANI (11/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Kelompok Tani Sadap (KTS) dan Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Wisata Alam Taman Ceria, Wonosobo, Sabtu (09/08). Acara dibuka dengan prosesi pelepasan 80 burung sebagai simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik dan semangat kemerdekaan. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti anak-anak maupun orang dewasa.
Administratur KPH Kedu Utara, Maria Endah Ambarwati, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi seluruh pihak, panitia, dan peserta yang telah memeriahkan kegiatan ini. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Tahun ini kita merayakan HUT RI dengan mengusung semangat ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’. Delapan puluh tahun yang lalu, para pahlawan bangsa berjuang tanpa pamrih, mengorbankan tenaga, harta, bahkan nyawa demi kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan itu dengan karya nyata, semangat gotong royong, dan tanggung jawab menjaga warisan alam dan bangsa,” katanya.
Ia mengajak untuk menjadikan peringatan HUT RI ke-80 ini sebagai ajang mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan semangat kerja sama, dan mengobarkan semangat patriotisme. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada bangsa dan negara. Perhutani berkomitmen mengajak seluruh pihak, mulai dari masyarakat desa hutan, pemerintah daerah, hingga mitra, untuk bersama-sama menjaga dan mengelola hutan secara bijak. Gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi juga kunci untuk memastikan kelestarian hutan demi kesejahteraan bersama.
Kepala Desa Warangan, Musthofa, juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas sinergi yang terjalin, sehingga kegiatan ini dapat menjadi wadah mempererat kebersamaan antara masyarakat, karyawan, dan mitra kerja.
Suasana penuh warna terlihat dari antusiasme peserta yang mengenakan seragam dan atribut khas masing-masing kelompok atau kontingen. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antara Perhutani, masyarakat sekitar, dan mitra kerja dalam suasana persaudaraan yang hangat. (Kom-PHT/Kdu/Eko)
Editor: Tri
Copyright © 2025