PADANGAN, PERHUTANI (10/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Bahroin dengan dukungan Saka Wana Bhakti melaksanakan kegiatan penanaman 110 bibit alpukat di Petak 93B Hutan Alam Sekunder (HAS), Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngengo Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kaliaren Barat, Sabtu (10/01).
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pelestarian hutan sekaligus pengembangan tanaman produktif bernilai ekonomi. Penanaman alpukat diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Administratur KPH Padangan melalui Kepala BKPH Kaliaren Barat, Indro Prasetyono, menjelaskan bahwa penanaman bersama ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak.
“Kami mengapresiasi keterlibatan Pondok Pesantren Al-Bahroin dan adik-adik Saka Wana Bhakti yang turut aktif dalam kegiatan ini. Penanaman alpukat di kawasan hutan diharapkan dapat mendukung fungsi lindung sekaligus fungsi produksi secara seimbang,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Al-Bahroin, Kiyai Nurul Burhan, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai kegiatan ini sebagai sarana edukasi bagi santri dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini para santri belajar langsung pentingnya menjaga hutan dan alam sebagai amanah yang harus dilestarikan,” ungkapnya.
Anggota Saka Wana Bhakti tampak antusias mengikuti proses penanaman mulai dari persiapan lahan hingga pemasangan bibit. Selain menambah pengalaman lapangan, kegiatan ini turut membentuk karakter dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian sumber daya hutan.
Perhutani KPH Padangan berharap sinergi dengan pondok pesantren dan generasi muda dapat terus berlanjut sehingga pengelolaan hutan yang lestari dan bermanfaat bagi masyarakat dapat diwujudkan secara berkelanjutan. (Kom-PHT/Pdg/SA)
Editor:Lra
Copyright©2025