PADANGAN, PERHUTANI (06/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan menghadiri Gathering Sinergitas Geopark Nasional Bojonegoro Menuju Unesco Global Geopark (UGGp) 2026 di Hotel Aston Bojonegoro, Selasa (6/8).
Kegiatan yang diikuti berbagai instansi, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha ini, menjadi momentum strategis memperkuat kolaborasi antar stakeholder untuk mewujudkan Geopark Bojonegoro sebagai bagian jaringan geopark dunia.
Perhutani KPH Padangan yang diwakili oleh Kepala Seksi Madya Perencanaan SDH dan Pengembangan Bisnis Supriyadi menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Geopark Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa kawasan hutan yang dikelola Perhutani memiliki peran penting dalam konservasi, edukasi, dan ekowisata yang menjadi pilar utama geopark, katanya.
“Kami siap bersinergi, baik dalam hal konservasi kawasan, penyediaan data geospasial, maupun dukungan terhadap program-program geopark yang melibatkan masyarakat. Hutan merupakan bagian integral dari lanskap geologi dan budaya Bojonegoro,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa Gathering festival Geopark Bojonegoro 2025 berhasil menjadi momentum sinergitas strategis antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas budaya dan institusi geopark nasional/regional, terbukti lewat revalidasi nasional, dukungan gubernur, penandatangan MoU antar geopark serta keterlibatan mahasiswa.
Nurul menegaskan kesiapan Bojonegoro menuju status UNESCO Global Geopark pada 2026 sambil terus membangun pilar konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat, pungkasnya. (Kom-PHT/Pdg/SA).
Editor : Lra
Copyright © 2025