BONDOWOSO, PERHUTANI (12/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggelar pembinaan produksi getah pinus bagi jajaran operasional lapangan, dipimpin Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur, Wawan Triwibowo. Kegiatan ini melibatkan Asper, KRPH, mandor produksi, Kelompok Tani Sadap (KTS), serta petani sadap di wilayah KPH Bondowoso, Senin (13/4).

Pembinaan difokuskan pada peningkatan produktivitas getah pinus melalui pendekatan teknis berbasis silvikultur, fisiologi tanaman, dan prinsip pengelolaan hutan lestari. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan produksi tanpa mengabaikan keseimbangan fungsi produksi, ekologi, dan sosial hutan.

Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa getah pinus merupakan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi strategis serta berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Penerapan teknik sadap sesuai standar operasional dan kaidah silvikultur menjadi kunci menjaga produktivitas tegakan secara berkelanjutan, tanpa menurunkan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wawan Triwibowo menekankan strategi peningkatan produksi melalui intensifikasi berbasis potensi tegakan dan ekstensifikasi terbatas yang memperhatikan kesesuaian lahan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan tegakan berdasarkan kelas umur, kualitas tapak, serta metode sadap yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Menurutnya, produktivitas getah dipengaruhi faktor internal tanaman seperti umur dan kondisi fisiologis, serta faktor eksternal seperti iklim mikro dan kesuburan tanah. Karena itu, pengelolaan kesehatan pohon, pengendalian luka sadap, serta rotasi bidang sadap menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“Monitoring berbasis data lapangan dan evaluasi berkala menjadi instrumen utama untuk memastikan produksi getah pinus tetap optimal dan lestari,” tegasnya.

Perwakilan Kelompok Tani Sadap (KTS), Yoes Kadarusman, mengapresiasi pembinaan tersebut karena memberikan pemahaman teknis yang lebih komprehensif terkait metode penyadapan yang efektif dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Perhutani menegaskan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas getah pinus secara berkelanjutan, sekaligus menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dan sumber kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom-PHT/Bdw/Mam)