PROBOLINGGO, PERHUTANI (15/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo menghadiri Seminar Literasi Media Digital dan AI di Era Disrupsi yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada Kamis (13/11).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Probolinggo, Hendra Yuli Purnomo, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Oktafiyani, Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang Mustaqim, Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Akhmad Taufik Hidayat, Ketua IJTI Tapal Kuda Tomi Iskandar, serta jajaran Polres, Kodim, akademisi, pelajar dan mahasiswa.

Seminar ini bertujuan meningkatkan kesadaran digital masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Pemahaman terhadap etika digital, verifikasi informasi, dan keamanan data ditekankan sebagai upaya mencegah hoaks, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan informasi.

Administratur Perhutani KPH Probolinggo melalui Hendra Yuli Purnomo mengapresiasi langkah Diskominfo Lumajang dan IJTI dalam memperkuat kapasitas literasi digital masyarakat. Ia menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

“Kami berharap melalui kegiatan pelatihan, workshop bagi pelajar dan mahasiswa, pendampingan teknologi bagi aparat desa, hingga pemantapan penggunaan platform digital untuk pelayanan publik, masyarakat dapat menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa literasi digital menjadi strategi utama Pemkab Lumajang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Teknologi hanya akan bermanfaat jika digunakan dengan tepat. Literasi digital menjadi fondasi agar masyarakat tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak dalam dunia digital. Dengan kemampuan digital yang baik, masyarakat dapat mengakses layanan pemerintah, memperoleh informasi dari sumber resmi, serta melindungi data pribadinya,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan literasi digital memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, media, akademisi, dan komunitas masyarakat, agar program digitalisasi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. (Kom-PHT/Pbo/Tan)

Editor:Lra
Copyright©2025