JAWAPOS.COM (09/02/2026) | Perum Perhutani menyalurkan bantuan pascabencana kepada masyarakat terdampak di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Bantuan yang disalurkan berupa minyak kayu putih dan produk madu sebagai bentuk dukungan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
“Perhutani turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak melalui pemanfaatan produk andalan Perhutani yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari,” ujar Natalas dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, minyak kayu putih dan madu dipilih karena memiliki manfaat kesehatan yang diharapkan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh masyarakat selama masa pemulihan.
Untuk Kota Sibolga, Perhutani menyalurkan 50 dus minyak kayu putih dengan total 5.000 botol. Selain itu, disalurkan pula 40 dus madu yang terdiri dari Madu Klengkeng, Madu Bunga Liar, dan Madu Randu, dengan total 480 botol.
Penyaluran bantuan di Sibolga dilakukan melalui Pemerintah Kota Sibolga agar pendistribusian tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, untuk Kabupaten Tapanuli Tengah, bantuan yang disalurkan lebih besar, yakni 200 dus minyak kayu putih dengan total 20.000 botol, serta 156 dus madu dengan total 1.872 botol.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bentuk sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
Perhutani menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pengelola sumber daya hutan negara, tetapi juga sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian/Badan Pengelola BUMN yang mengimbau seluruh BUMN untuk berkontribusi aktif dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.
Sumber : jawapos.com