CIANJUR, PERHUTANI (05/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur menggelar diskusi strategis bersama tim Integrated Catchment Management Forest Team (ICMFT) PLN Upper Cisokan, selasa (03/02) di Kantor Perhutani KPH Cianjur. Pertemuan ini difokuskan pada pemantapan implementasi skema Kemitraan Kehutanan antara Perhutani melalui Kesepakatan Kerjasama Perhutani (KKP) dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah terdampak proyek PLTA Upper Cisokan.
Hadir dalam kegiatan ini Administratur KPH Cianjur diwakili oleh Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Herry Rochmatul Fitri beserta jajaran, Kepala Seksi Madya SDM, Umum, IT dan Keuangan Sunendi beserta jajaran, Kepala Sub Seksi Tanaman Wandi beserta jajaran, tim Integrated Catchment Management Forest Team (ICMFT) PLN Upper Cisokan Aldila Diani beserta jajaran masing-masing.
Mewakili Administratur Perhutani KPH Cianjur, Herry Rochmatul Fitri menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Diskusi ini bertujuan memastikan pembangunan infrastruktur energi nasional tetap selaras dengan upaya konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLTA Upper Cisokan membawa dampak positif yang berkelanjutan. Melalui skema kemitraan ini, LMDH tidak hanya berperan sebagai penjaga hutan, tetapi memiliki legalitas untuk mengelola potensi ekonomi di bawah tegakan, sehingga kemandirian masyarakat meningkat seiring dengan terjaganya kelestarian hutan,” ujarnya.
Salah satu tim Integrated Catchment Management Forest Team (ICMFT) PLN Upper Cisokan, Aldila Diani menegaskan komitmen mereka terhadap aspek lingkungan dan sosial (ESG). PLN memandang hutan di sekitar lokasi proyek sebagai aset vital bagi operasional pembangkit, maka dari itu PLN sangat peduli terhadap kelestarian hutan.
“Pengelolaan kawasan di sekitar lokasi proyek adalah wujud komitmen PLN dalam penerapan ESG. Kami sangat mengapresiasi dukungan Perhutani dalam memfasilitasi komunikasi dengan LMDH. Keberhasilan proyek PLTA Upper Cisokan sangat bergantung pada kualitas kawasan penyangga waduk, dan keterlibatan masyarakat desa hutan adalah kunci untuk menjaga fungsi hidrologis kawasan tersebut,” ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur energi dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (Kom-PHT/Cjr/HN)
Editor: MS
Copyright©2026