KOMPASIANA.COM (10/12/2025) | Untuk memperkuat kolaborasi dalam kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan dan potensi bencana hidrometeorologi, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Bencana Tingkat Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan unsur forum koordinasi.

Kehadiran Perhutani KPH Pekalongan Timur diwakili secara langsung oleh Wakil Administratur, Toto Swaranto, di Kantor BPBD setempat, Senin (8/12/2025). Partisipasi ini menegaskan peran strategis Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan sebagai bagian integral dalam sistem mitigasi bencana daerah, khususnya terkait pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pencegahan longsor.

“Keikutsertaan kami dalam forum ini adalah wujud komitmen Perhutani untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan semua pemangku kepentingan. Kawasan hutan yang kami kelola memiliki fungsi perlindungan yang sangat krusial. Data dan kondisi lapangan yang kami miliki dapat berkontribusi dalam penyusunan peta kerawanan dan skenario respons darurat,” ujar Toto Swaranto dalam keterangannya seusai rapat.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan itu secara khusus membahas langkah-langkah antisipasi menghadapi puncak musim penghujan. Beberapa poin penting yang menjadi fokus adalah kesiapan sarana prasarana, penyiapan lokasi pengungsian, mekanisme peringatan dini, serta koordinasi logistik dan komunikasi darurat.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Perhutani. “Kolaborasi dengan Perhutani KPH Pekalongan Timur sangat esensial. Informasi tentang kondisi tutupan hutan, titik rawan longsor di dalam kawasan hutan, dan ketersediaan akses jalan lingkungan sangat vital untuk perencanaan evakuasi dan logistik. Sinergi ini akan memperkuat sistem dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur menyampaikan kesiapan untuk berbagi data teknis kehutanan, mengaktifkan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai bagian dari community based early warning system, dan memobilisasi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) serta Tenaga Pengamanan Hutan (TPH) untuk mendukung operasi tanggap darurat bila diperlukan.

Komitmen yang dibangun dalam rakor ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana dan meningkatkan efektivitas penanganan darurat, demi keselamatan masyarakat dan kelestarian sumber daya alam di Kabupaten Pekalongan.

Sumber : kompasiana.com