PIKIRAN-RAKYAT.COM (02/03/2026) | Perum Perhutani KPH Semarang resmi memperkokoh komitmen pelestarian alam melalui aksi penanaman pohon bersama di RPH Susukan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan guna menjaga ekosistem hutan tetap stabil bagi masyarakat di sekitarnya.

Penanaman dilakukan di Petak 22 yang memiliki peran sangat krusial sebagai penyangga kehidupan masyarakat luas di wilayah Kabupaten Semarang.

Secara administratif, lokasi penghijauan intensif ini berada di kawasan Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Jawa Tengah.

Wilayah tersebut dikenal memiliki karakteristik topografi berupa perbukitan curam yang memerlukan perhatian khusus dalam hal konservasi alam.

Mitigasi Bencana dan Penguatan Struktur

Tanah Kegiatan bertajuk “Sinergi Hijau” ini menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi bencana alam, terutama mengantisipasi ancaman tanah longsor.

Perhutani fokus melakukan aksi nyata untuk melindungi wilayah dengan kontur tanah tidak rata yang kerap menghantui keselamatan warga setempat.

Penanaman ini tidak hanya bertujuan memperluas tutupan hijau, tetapi juga difokuskan untuk memperkuat struktur tanah agar lebih stabil ke depan.

Tanah yang kokoh mampu menyerap air hujan secara maksimal, sehingga risiko erosi permukaan dapat ditekan serendah mungkin oleh akar vegetasi.

Perhutani menyadari tanpa vegetasi kuat, kawasan berbukit di Ungaran Timur akan sangat rentan terhadap pergeseran tanah yang sangat berbahaya.

Kolaborasi Strategis Lintas Sektoral di Ungaran

Dalam aksi nyata di lapangan ini, Perhutani menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah kecamatan hingga aparat keamanan TNI dan Polri.

Sinergi tersebut melibatkan tenaga penyuluh ahli serta masyarakat akar rumput yang tinggal menetap di sekitar kawasan hutan lindung tersebut.

Kehadiran Camat Ungaran Timur, Wahyu Widayat, membuktikan bahwa pelestarian hutan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen pemerintah.

Partisipasi aktif dari penyuluh kehutanan memberikan dimensi teknis penting guna memastikan bibit yang ditanam memiliki peluang hidup tinggi.

Warga Dusun Bandungan terlihat sangat antusias bahu-membahu menanam bibit, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih sangat kental.

Diversifikasi Bibit untuk Ekosistem dan Ekonomi

Administratur KPH Semarang melalui Asper BKPH Penggaron, Musoleh, menegaskan kolaborasi ini merupakan manifestasi manajemen hutan berkelanjutan.

Pemilihan bibit pohon dilakukan secara cermat meliputi jenis pohon rimba seperti mahoni, randu, dan trembesi yang dikenal berakar sangat kuat.

Jenis pohon tersebut memiliki kemampuan luar biasa dalam mengikat butiran tanah perbukitan agar tidak mudah luruh saat diterjang hujan lebat.

Selain itu, tanaman bambu dan indigofera turut ditanam untuk memaksimalkan daya serap air tanah sehingga mata air tetap terjaga secara alami.

Perhutani juga menyisipkan dimensi ekonomi dengan menanam tanaman produktif seperti alpukat dan jambu yang memberikan nilai tambah bagi warga.

Apresiasi Pemerintah dan Harapan Berkelanjutan

Kombinasi antara tanaman kehutanan dan buah diharapkan mampu menciptakan ekosistem seimbang di mana hutan terlindungi dan warga mendapat hasil.

Camat Ungaran Timur, Wahyu Widayat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Perhutani KPH Semarang atas inisiatif hijau ini.

“Kegiatan seperti ini harus menjadi pemantik bagi wilayah-wilayah lain di Kabupaten Semarang untuk melakukan hal serupa,” tegas Wahyu Widayat.

Ia juga berharap agar bibit yang telah ditanam tidak hanya dibiarkan tumbuh saja, namun perlu ada pengawasan rutin agar manfaatnya tetap nyata.

Bagi pemerintah, sinergi ini adalah contoh ideal bagaimana instansi negara dan masyarakat bekerja sama tanpa sekat demi kepentingan umum desa.

Visi Jangka Panjang Pengelolaan Hutan KPH

Musoleh menyatakan bahwa agenda penanaman bersama ini bukanlah sekadar seremoni musiman, melainkan bagian dari desain besar perlindungan hutan.

“Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi oksigen dan jaminan keamanan lingkungan untuk puluhan tahun ke depan,” ujar Musoleh.

Musoleh menambahkan bahwa penguatan tutupan vegetasi secara masif akan menjadikan kawasan RPH Susukan sebagai benteng alami yang sangat tangguh.

Pihak Perhutani berkomitmen terus membuka ruang dialog dengan masyarakat guna menciptakan harmoni yang saling menguntungkan di sektor kehutanan.

Langkah nyata ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi tulus, tantangan pelestarian lingkungan dapat diatasi demi masa depan bumi yang stabil.***

Sumber : pikiran-rakyat.com