PERUM PERHUTANI (05/06/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menggelar Pelatihan Mandor Sadap guna meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknis penyadapan di lapangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 98 S RPH Loano BKPH Purworejo KPH Kedu Selatan pada Selasa (03/06) dan dihadiri oleh Kepala Seksi Utama Bidang Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Divisi Regional Jawa Tengah Bagas Avianto, perwakilan Perhutani Forestry Institute (PeFI) Indro Tri Widiyanto, Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar, Kepala Seksi Produksi Agroforestry dan Ekowisata Sutikno, Kepala Seksi Tanaman Koko Winarko, serta perwakilan mandor sadap dari KPH Surakarta, KPH Pati, KPH Kedu Utara, dan KPH Kedu Selatan.
Mewakili Administratur KPH Kedu Selatan, Wakil Administratur/KSKPH Kedu Selatan Yudi Noviar dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa mandor sadap merupakan ujung tombak keberhasilan kegiatan produksi getah pinus. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan keterampilan teknis harus terus dilakukan agar pelaksanaan penyadapan berjalan efektif, aman, serta menghasilkan kualitas produksi yang optimal.
“Mandor sadap memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan produksi getah pinus. Dengan kompetensi yang baik, kegiatan penyadapan dapat dilaksanakan sesuai standar operasional sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian tegakan pinus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Utama Bidang Produksi HHBK Divisi Regional Jawa Tengah, Bagas Avianto, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan teknis, serta memperkuat pemahaman para mandor sadap terhadap standar penyadapan yang benar, mulai dari teknik penyadapan, proses peludangan, penimbangan, hingga penentuan mutu getah secara visual saat menerima hasil sadapan dari penyadap.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para mandor sadap yang memiliki peran penting dalam mengawal kualitas pelaksanaan penyadapan getah pinus di lapangan. Dengan penguasaan teknik sadap yang baik dan sesuai standar operasional, diharapkan produktivitas getah dapat meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian tegakan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai teknik penyadapan yang tepat, pengenalan alat sadap, pemeliharaan koakan, evaluasi hasil sadapan, hingga identifikasi berbagai kendala yang sering ditemui di lapangan beserta langkah-langkah penanganannya. Selain penyampaian teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik lapangan secara langsung pada tegakan pinus di Petak 98 S RPH Loano.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari penyampaian teori hingga praktik lapangan. Melalui kegiatan ini, mereka dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai metode penyadapan yang efektif serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi di wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan evaluasi lapangan dan penyampaian arahan dari jajaran manajemen KPH Kedu Selatan. Diharapkan hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan secara konsisten di lapangan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan penyadapan, produktivitas getah pinus, serta mendukung pencapaian target produksi KPH Kedu Selatan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Lestari RPH Loano BKPH Purworejo, Suparno, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang diberikan kepada para mandor sadap. Menurutnya, peningkatan kompetensi petugas lapangan menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan produksi getah pinus sekaligus menjaga kelestarian tegakan pinus di kawasan hutan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini para mandor sadap semakin memahami teknik penyadapan yang baik dan benar sehingga dapat membimbing para penyadap di lapangan secara lebih efektif. Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia, produktivitas getah pinus dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan. Kami juga berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH semakin kuat dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan,” ungkap Suparno.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Mandor Sadap ini, para peserta menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. (Kom-PHT/Kds/Bhs)
Editor: Tri
Copyright © 2026