Perhutani KPH Telawa Terima Kunjungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali untuk Penelusuran Sejarah Loji Papak
TELAWA, PERHUTANI (4/06/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima kunjungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali di Loji Papak KPH Telawa, Kamis (04/06).
Loji Papak merupakan bangunan tua berlantai dua dengan atap cor datar (papak) yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Saat ini, bangunan tersebut difungsikan sebagai rumah dinas Administratur KPH Telawa. Bangunan seluas 285 meter persegi itu berdiri di atas tanah perusahaan Persil C.21 seluas 5.488 meter persegi dan hingga kini masih terjaga serta terawat dengan baik.
Sejarah pasti berdirinya Loji Papak belum ditemukan dalam catatan sejarah. Namun, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, bangunan tersebut diperkirakan didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1911.
Rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali terdiri atas Pengolah Data dan Informasi Hambar Muhdiyanto, Gesang Praptono, Staf Kebudayaan Ari Kurniawati, serta Pamong Budaya Ahli Pertama Triastuti Puji Hapsari. Kunjungan tersebut diterima oleh Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan Agraria, dan Komunikasi Perusahaan Wahyu Tri P bersama staf Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L), Slamet.
Dalam kesempatan tersebut, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali meninjau kondisi bangunan Loji Papak yang masih kokoh dan terawat. Mereka juga menyampaikan bahwa tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menggali sejarah bangunan peninggalan Belanda yang berada di Kecamatan Juwangi, selain stasiun kereta api yang hingga kini juga masih terawat dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk melihat langsung bangunan Loji Papak dengan arsitektur Belanda yang cukup ikonik, masih dalam kondisi baik dan terawat, serta memperoleh informasi mengenai sejarah berdirinya bangunan ini,” ujar Hambar Muhdiyanto.
Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Triastuti Puji Hapsari menyampaikan bahwa Loji Papak memiliki nilai sejarah yang penting.
“Ke depan, bangunan Loji Papak yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda dan memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta kebudayaan, layak untuk diusulkan sebagai bangunan cagar budaya,” katanya.
Selain menjadi bangunan ikonik di Kecamatan Juwangi, Loji Papak juga merupakan bangunan bersejarah yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Keunikan arsitektur kolonial yang masih terjaga menjadikan bangunan tersebut sebagai salah satu destinasi favorit untuk berfoto dengan nuansa bangunan bersejarah yang khas. (Kom-PHT/Tlw/W3P)