KENDAL, PERHUTANI (04/02/2026) | Dalam rangka mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor, Perhutani, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, mengadakan serasehan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Subah, Kabupaten Batang, pada Rabu, (04/02).

Kegiatan serasehan tersebut dilaksanakan di Kantor BKPH Subah. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forkopimcam Subah, yang terdiri dari Camat, Koramil, dan Polsek, serta perwakilan Desa Tanggap Bencana (Destana), se-Kecamatan Subah.

Administratur, KPH Kendal, melalui Kepala BKPH Subah, Budi Karyanto, menyampaikan bahwa pada akhir Tahun 2025 hingga awal Tahun 2026, sejumlah wilayah di Indonesia, mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Bencana terparah terjadi di Pulau Sumatra, sementara beberapa wilayah di Pulau Jawa juga masih rentan terdampak.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem serta degradasi lingkungan yang terjadi di berbagai daerah. Oleh karena itu, pihaknya bersama Forkopimcam Subah, melaksanakan serasehan sebagai langkah antisipasi dalam penanganan dan penanggulangan bencana banjir maupun longsor di wilayah Kecamatan Subah.

“Pada kesempatan ini kami bersama Forkopimcam Subah, melaksanakan serasehan dalam rangka antisipasi penanganan dan penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayah Subah,” ujarnya.

Ia, juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Subah.

Ia, berharap sinergi Perhutani, KPH Kendal, bersama Forkopimcam, terus terjalin dengan baik.

“Alhamdulillah, wilayah kita masih dalam kondisi aman. Hal ini karena kondisi hutan di wilayah Subah masih tergolong baik dalam kriteria tutupan lahannya,” kata Budi Karyanto.

Sementara itu, Camat Subah, Muhammad Yasin, menyatakan pihaknya siap mendukung Perhutani, melalui BKPH Subah, dalam upaya perbaikan lingkungan.

Ia, menilai kegiatan serasehan ini penting karena pelaksanaan tugas akan terasa lebih ringan apabila dipikirkan dan dilakukan bersama.

“Kegiatan ini dapat dimaknai bahwa dalam rangka melaksanakan tugas akan lebih terasa ringan apabila dapat kita pikirkan bersama. Masyarakat sangat menginginkan kondisi yang aman, nyaman, dan tenteram, artinya aman dari kejahatan dan aman dari bencana,” kata Yasin.

Ia, juga menegaskan bahwa serasehan tersebut penting dilakukan karena selain memperkuat sinergi pelaksanaan tugas kedinasan, kegiatan ini sekaligus mempererat persaudaraan antarpemangku kepentingan di tingkat Kecamatan Subah.

“Kegiatan serasehan ini sangat penting kita lakukan karena dengan bersinergi dalam melaksanakan tugas kedinasan, kita juga mempererat persaudaraan di antara kita selaku pemangku kepentingan di tingkat Kecamatan Subah,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Desa Tanggap Bencana (Destana), Desa Kalimanggis, Eko Susanto, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimcam Subah, dan Perhutani, BKPH Subah, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia, menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai kegiatan antisipasi bencana di wilayah Kecamatan Subah, termasuk kegiatan perbaikan lingkungan.

“Kami dari jajaran Destana, di wilayah Subah, sangat mendukung semua kegiatan untuk antisipasi bencana di wilayah kami. Kami juga siap turut serta dalam upaya perbaikan lingkungan, seperti kegiatan penghijauan di wilayah hutan Subah,” ujarnya. (Kom-PHT/Knd/Mwn).

Editor: Tri

Copyright © 2026