Administratur Perhutani KPH Probolinggo, Akhmad Faizal, menyampaikan bahwa kehadiran Perhutani dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung pelestarian alam, pengembangan potensi wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
“Ranu Segaran memiliki pesona alam yang luar biasa dan menjadi salah satu aset penting bagi masyarakat Tiris. Melalui kegiatan seperti Seven Lake Festival, kita tidak hanya memperkenalkan keindahan hutan dan danau, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat ini merupakan langkah nyata menuju pengelolaan hutan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Akhmad Faizal.
Ia menambahkan bahwa kegiatan festival ini juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengoptimalkan potensi alam secara bijak. “Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan,” imbuhnya.
Festival yang berlangsung hingga 16 November 2025 ini juga menampilkan batik show, sendratari kolosal “Amuksaning Rengganis,” serta berbagai kegiatan menarik seperti festival budaya, lomba fotografi, festival kopi, trail run, off-road, kontes kambing, dan festival perahu naga di Ranu Segaran.
Sementara itu, Bupati Probolinggo, Gus Haris, disela-sela acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya lokal ke tingkat nasional. “Tujuh danau ini bukan sekadar keindahan, melainkan sumber kehidupan dan kebanggaan masyarakat. Kami berharap festival ini mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat semangat gotong royong,” tuturnya. (Kom-PHT/Pbo/Tan)
Copyright©2025