PEKALONGAN BARAT, PERHUTANI (16/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan dengan turut aktif menghadiri forum diskusi yang digelar Forum Penyelamat Hutan Brebes di wilayah Bumiayu, Kabupaten Brebes. Kegiatan ramah tamah atau sambung rasa tersebut diselenggarakan di eks Kawedanan Bumiayu pada Minggu (15/02).
Diskusi ini dihadiri berbagai unsur, antara lain perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes, Perhutani, Dinas Sosial, perwakilan DPRD Kabupaten Brebes, Polsek Paguyangan, Polsek Bumiayu, Polsek Sirampog, serta pegiat lingkungan dari relawan Brebes dan Banyumas. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas isu-isu aktual terkait pengelolaan hutan, pencegahan kerusakan lingkungan, serta upaya mitigasi bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Brebes bagian selatan.
Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Kepala RPH Kretek Syaeful Aziz yang mewakili Asper/Kepala BKPH Paguyangan menyampaikan bahwa Perhutani KPH Pekalongan Barat, khususnya BKPH Paguyangan, terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola hutan menjadi kunci dalam menjaga fungsi hutan dari sisi ekologis, sosial, maupun ekonomi.
Ia menyatakan bahwa Perhutani siap mendukung setiap inisiatif yang bertujuan menjaga kelestarian hutan. Menurutnya, diskusi seperti ini penting untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah bersama dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Forum Penyelamat Hutan Brebes Elvin Kristian menyampaikan bahwa sejumlah isu strategis turut dibahas dalam forum tersebut, antara lain penanganan perambahan hutan, penguatan peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), rehabilitasi lahan kritis, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Forum Penyelamat Hutan Brebes juga mendorong pengawasan bersama terhadap potensi kerusakan hutan serta peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola hutan yang transparan dan partisipatif.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Perhutani KPH Pekalongan Barat, khususnya BKPH Paguyangan, dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak demi keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan generasi mendatang. (Kom-PHT/Pkb/Sgy)
Editor: Tri
Copyright © 2026