BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (21/01/2026) | Di balik tetesan getah pinus yang menjadi sumber penghidupan, terdapat risiko kerja yang tidak bisa diabaikan. Menyadap getah di kawasan hutan membutuhkan ketelitian, kekuatan fisik, dan tentunya pemahaman akan keselamatan kerja. Menyadari hal tersebut, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melaksanakan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada mitra penyadap getah pinus di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangkobar pada Selasa (20/01).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, sebagai upaya Perhutani dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bekerja secara aman dan sehat di kawasan hutan. Sosialisasi diikuti oleh jajaran Perhutani BKPH Karangkobar dan mitra penyadap yang sehari-hari beraktivitas langsung di lapangan dengan berbagai potensi risiko, mulai dari alat kerj, kondisi medan, hingga faktor cuaca.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya dalam kegiatan penyadapan getah pinus, cara kerja yang aman, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan, dan sarung tangan. Selain itu, disampaikan pula langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja serta penanganan awal apabila terjadi insiden di lapangan.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, Heri Kusnanto, menyampaikan bahwa keselamatan kerja merupakan bagian yang sangat penting dari keberlanjutan kegiatan di lapangan.

“Mitra penyadap adalah ujung tombak produksi getah pinus. Oleh karena itu, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi perhatian bersama agar kegiatan sadapan dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Para mitra penyadap menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi K3 sangat bermanfaat untuk menambah wawasan serta mengingatkan kembali pentingnya disiplin dalam bekerja, terutama di kawasan hutan yang memiliki risiko tinggi. Meskipun mitra didominasi oleh masyarakat lokal yang sedikit banyak memahami medan di kawasan hutan yang ia sadap, Standar Operasional Prosedur Perusahaan terkait K3 tetap menjadi aspek perhatian yang diprioritaskan.

Salah satu mitra penyadap, Tusno, menyampaikan terima kasih atas sosialisasi yang memang dilaksanakan secara rutin terkait K3 ini. Secara pribadi, ia merasa diperhatikan sebagai mitra, di mana kegiatan ini pun menjadi bukti bahwa Perhutani menaruh rasa peduli terhadap aktivitas di bidang produksi getah pinus.

“Dengan adanya pembekalan seperti ini, sosialisasi K3 nyatanya sangat membantu. Kami tidak hanya siap bekerja di lapangan, tetapi juga menyadari betapa pentingnya bisa bekerja dengan aman dan tetap sehat,” ucapnya.

Melalui sosialisasi K3 ini, Perhutani berharap terbangun budaya kerja yang aman dan peduli keselamatan di kalangan mitra penyadap getah pinus. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Editor: Tri

Copyright © 2026