KOMPASIANA.COM (30/12/2025) | BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (26/12/2025) | Upaya pemulihan lingkungan terus digencarkan melalui aksi nyata di lapangan. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menjadi salah satu pihak yang diundang dalam kegiatan penanaman bersama di lahan kritis yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap. Dengan mengusung tema ‘Menanam Kebaikan untuk Masa Depan’, sinergi lintas sektor untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam ini dilaksanakan pada Jumat (26/12) di Quarry ABC, Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan.

Lokasi tersebut dipilih setelah menjadi perhatian khusus akibat degradasi tutupan vegetasi. Dalam kesempatan tersebut, 50 plances bibit pohon mahoni dipilih sebagai jenis tanaman utama yang ditanam bersama. Mahoni dikenal sebagai tanaman kehutanan bernilai ekologis tinggi, berfungsi memperbaiki struktur tanah, menahan erosi, serta berkontribusi terhadap penyerapan karbon dioksida.

Perhutani hadir sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan hutan dan rehabilitasi lahan. Kehadiran Perhutani sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap Polresta Cilacap dalam mendorong peran aktif seluruh elemen untuk turut menjaga keseimbangan lingkungan.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatilawang, Pratikno, menyampaikan bahwa momentum bulan menanam pohon ini memang menjadi pengingat pentingnya aksi untuk menjaga lingkungan.

“Penanaman ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan lahan kritis. Perhutani sangat mengapresiasi inisiatif Polresta Cilacap yang melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan positif ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendukung program penghijauan dan rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan penanaman tersebut diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Polresta Cilacap, Komisaris Besar Polisi Budi Adhy Buono, menegaskan bahwa penanaman pohon di lahan kritis merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.

“Melalui kegiatan penanaman 50 bibit mahoni ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Sinergi dengan Perhutani menjadi sangat penting agar kegiatan penghijauan berjalan sesuai kaidah teknis dan memberikan manfaat jangka panjang,” katanya.

Selain kegiatan penanaman, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan, khususnya pelindung dari bencana seperti longsor dan banjir. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan yang membutuhkan peran aktif semua pihak. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Sumber : kompasiana.com