PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (27/02/2026) | Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga kesehatan mental pegawai, KPH Pekalongan Timur mengikuti pelatihan Stress Detox yang diselenggarakan oleh Perhutani Forest Institute, Selasa (25/02). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Perhutani dari berbagai Kesatuan Pemangkuan Hutan di seluruh wilayah kerja.

Pada kegiatan tersebut, Administratur KPH Pekalongan Timur diwakili oleh Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Rio Alfan Nur Firdausy. Kehadiran perwakilan KPH Pekalongan Timur menunjukkan komitmen manajemen dalam mendukung program pengembangan kompetensi pegawai yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis kehutanan, tetapi juga pada penguatan kapasitas personal dan psikologis.

Pelatihan menghadirkan Head of People Development Support Dian Yanuar Roffana sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa stres kerja merupakan hal yang wajar dialami setiap individu, terlebih dalam organisasi besar dengan dinamika pekerjaan yang tinggi. Namun, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, hingga hubungan kerja antarpegawai.

Ia menjelaskan berbagai faktor pemicu stres di lingkungan kerja, mulai dari beban tugas, tekanan target, komunikasi yang kurang efektif, hingga tantangan adaptasi terhadap perubahan kebijakan dan teknologi. Untuk itu, peserta diberikan pemahaman mengenai teknik kesadaran terhadap stres, pengelolaan emosi, pengaturan waktu, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif, diskusi, serta praktik sederhana seperti teknik relaksasi pernapasan dan mindfulness yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Peserta diajak untuk lebih mengenali kondisi diri, memahami batas kemampuan, serta berani mengambil langkah preventif ketika mulai merasakan kelelahan mental.

Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Rio Alfan Nur Firdausy menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani Forest Institute dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kesehatan mental pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tercapainya kinerja organisasi yang optimal. Pegawai yang mampu mengelola stres dengan baik akan lebih fokus, produktif, serta mampu menjalin komunikasi dan kolaborasi yang harmonis di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai, termasuk jajaran KPH Pekalongan Timur, dapat menerapkan ilmu dan strategi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan kondisi mental yang sehat dan stabil, pengelolaan hutan dapat dilakukan secara lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam pelatihan Stress Detox ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KPH Pekalongan Timur dalam membangun budaya kerja yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai, sejalan dengan komitmen Perhutani dalam menciptakan organisasi yang unggul dan berdaya saing. (Kom-PHT/Pkt/Ran)

Editor: Tri
Copyright © 2026