"Loading..."

Melihat Lebih Dekat Potensi Wisata Desa Penggarit di Jawa Tengah

LIPUTAN6.COM (02/06/2021) | Pemerintah kini tengah meningkatkan kesejahteraan desa di setiap provinsi. Melalui program-program yang dijalankan, diharapkan desa tersebut bisa meningkat, dari segi ekonomi sampai infrastruktur.

Salah satu desa yaitu Desa Penggarit, Taman, Pemalang, Jawa Tengah. Desa tersebut memiliki potensi desa yang bisa ditingkatkan. Pertama adalah hutan lindung. Bekerjasama dengan Perhutani, BUMDes Desa Penggarit bisa mengelola hutan tersebut untuk dijadikan tempat wisata, seperti obyek wisata Benowo Park. Selain itu ada pula Gunung Matih yang juga bekerjasama dengan Perhutani agar dibuat Gardu Pandang.

Direktur BUMDes Wiguna Imam Wibowo mengatakan untuk gardu pandang masih diperlukan beberapa pembangunan infrastruktur. Soalnya masih memerlukan sarana dan prasarana serta alat transportasi karena letaknya jauh ke dalam hutan.

Selain itu, ada kebun anggrek. Desa Penggarit memiliki kebun anggrek bernama Penggarit Orchid. Dimiliki oleh perorangan, tetapi dengan adanya kebun anggrek itu membuka kesempatan bekerjasama dengan BUMDes.

“Kerjasama di bidang pemasaran yang bisa dijadikan sebagai destinasi pemasaran yang bisa dikemas dalam satu paket wisata,” ujar Imam saat dihubungi oleh Tim Merdeka.com.

Selain kedua potensi tersebut, lanjut Imam bahwa potensi lain dari Desa Penggarit ada di sektor pertanian dan perkebunan.

“Di Desa Penggarit terdapat perkebunan mangga yang dikenal dengan Mangga istana, perkebunan Jambu Madu Deli Hijau. Selain itu, perkebunan ini BUMDes bersama para petani menjalin kerja sama untuk diadakan atau digunakan sebagai ‘Wisata Petik’ buah langsung dari pohon,” ujar Imam.

Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa ada potensi lain dari perikanan dan peternakan. Untuk perikanan, Desa Penggarit memiliki letak yang dikelilingi sumber air atau sungai dan juga ada bendungan irigasi pengairan.

“Hal ini sangat cocok untuk mengembangkan usaha perikanan atau ikan budidaya yang jelas akan menghasilkan untung yang banyak jika ditangani serius. Untuk peternakan, kami juga memiliki peternakan kambing yang sudah dikumpulkan oleh pemerintah,” ujar Imam.

Demi meningkatkan potensi di atas, tentu perlu kerjasama antar masyarakat. Hal itulah yang mendorong adanya BUMDes Wiguna Utama untuk mengelola unit usaha BUMDes. Dengan adanya BUMDes, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai contoh, BUMDes Wiguna Utama dalam pengadaan air bersih untuk masyarakat di dusun Karang Suci. Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut telah didirikan bangunan tower tambahan sebagai aset BUMdes Wiguna Utama senilai Rp. 48.000.000 yang berasal dari penguatan modal BUMDes dari dana desa dan swadaya iuran bulanan masyarakat pengguna jasa layanan air bersih tersebut. Berikut 3 unit usaha BUMDes Wiguna Utama.

Jasa Penyedia air minum

Menyadari sepenuhnya air minum yang layak sangat dibutuhkan masyarakat karena dipahami sepenuhnya bahwa rumah penduduk yang semakin padat menyebabkan jarak antara sumber mata air penduduk (sumur) dengan sepiteng/septic tank (limbah kotoran manusia) sudah tidak standar Kesehatan (<10m) sehingga air sumur penduduk sudah tidak layak lagi digunakan sebagai air minum atau memasak.

“Dengan pertimbangan itu Bumdes bersama pemerintah desa mengusahakan pengembangan usaha ini, namun selain dari segi pemberdayaan itu dari segi ekonomi atau bisnis juga sangat menguntungkan yang nantinya keuntungan ini akan kembali kepada masyarakat lewat Pendapatan Asli Desa (PADes),” tutur Imam.

Untuk unit pariwisata ini juga masih banyak yang perlu dikembangkan baik sarana dan prasarana maupun destinasi wisata lainya. Salah satunya Benowo Park. Obyek wisata itu menghasilkan pendapatan yang terus meningkat.

Menurut Imam, pada 2019 mendapatkan omzet Rp 598 Juta dan pada 2020 di masa pandemi masih mampu bertahan walaupun sempat tutup selama 3 bulan lebih masih mampu mendapatkan omzet Rp 430 Juta.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan disana sini yang perlu kami perbaiki termasuk penambahan sarana dan prasarana. Selain itu, wahana yang bisa menarik minat wisatawan. Salah satunya yang sedang kami rintis adalah pembuatan water park mini dan juga pemanfaatan embung desa sebagai salah satu wahana wisata sebagai wisata pemancingan dan kuliner. Kami sangat yakin dua wahana ini akan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan,” Imbuh Imam.

Desa Wisata
Melalui Dinas Pariwisata, Desa Penggarit bisa menjadi desa wisata karena potensi mendukung untuk dijadikan desa wisata.

“Berbagai macam destinasi wisata yang ada di desa kami akan dikemas menjadi paket paket menarik sehingga wisatawan dari berbagai wilayah di nusantara ini akan tertarik berkunjung ke desa kami,” tutur Imam.

Dengan begitu lanjut Imam, Desa Wisata bisa meningkatkan perekonomian di Desa Penggarit baik secara langsung ke masyarakat maupun secara tidak langsung lewat Bumdes dengan PADes.

Berikut destinasi wisata yang sudah disiapkan untuk dijadikan paket wisata,

Obyek Benowo Park
Kebun Anggrek
Kafe Bumdes
UMKM (Kerajinan dan produk rumahan)
Gardu pandang Gunung mutih
Budaya (Tarian sambut dan tarian budaya serta gending jawa)
Kebun Mangga ( wisata petik buah )
Kebun Jambu ( wisata petik buah )
Wisata edukasi lainnya

Agen BRILink
Kemajuan Desa Penggarit tak lepas dari adanya perbankan yang membuat segala transaksi jadi lebih mudah. Adalah Bank BRI yang mampu memberikan kemudahan itu.

“Sampai saat ini masyarakat desa merasa sangat terbantu dengan adanya Agen Brilink karena mereka tidak perlu pergi ke Bank atau ATM yang letaknya cukup jauh sehingga mereka jadi tidak ragu ragu lagi untuk menabung di Bank BRI,” tutur Imam.

Ia melanjutkan bahwa dengan adanya program Bank BRI dengan Agen BRILink mampu menambah kepercayaan masyarakat kepada BRILink. Selain menabung, masyarakat juga bisa meminjam uang lewat agen BRILink.

Hal yang sama juga diutarakan oleh PIC Cabang BRILink, Rudy. Ia mengatakan saat ini Jumlah Simpanan Desa Penggarit yang ada di BRI Unit Paduraksa sekitar 216 Debitur dengan Nominal Saldo Sekitar Rp. 4.980.028.672 sedangkan jumlah Pinjaman yang ada di BRI Unit Paduraksa 178 debitur dengan outstanding Rp. 4.641.125.873.

Namun, dalam mengenalkan BRILink kepada masyarakat, Rudy kerap mendapatkan pengalaman dan tantangan.

“Tantangan yang paling sering dihadapi adalah menumbuhkan kepercayaan masyarakat tentang BUMDES dan Agen Brilink untuk selalu melakukan transaksi perbankan di Bumdes Wiguna Utama,” ujar Rudy.

Perlu diketahui, Bank BRI mengembangkan Program Desa BRILian. Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut. Mulai dari pendampingan, literasi keuangan, sampai pelatihan untuk pelaku UMKM.

Salah satu manfaat program tersebut adalah mendorong digitalisasi ekonomi UMKM melalui berbagai layanan seperti keagenan BRILink, website pasar.id, dan berbagai inovasi serta pembangunan berkelanjutan di desa dengan mengandalkan BUMDes sebagai penggerak utamanya.

Melalui pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan BUMDes dan masyarakat desa akan semakin mudah dalam mengakses layanan keuangan. Dalam program ini, fokus utama perusahaan adalah revitalisasi BUMDes, desa wisata, dan pengembangan produk unggulan desa yang sesuai dengan kearifan lokal.

Dalam program tersebut, pada tahun 2020 terdapat 531 desa yang diseleksi BRI. Dari jumlah tersebut, terpilih 125 desa yang memenuhi empat kriteria di atas. Setelah itu, desa-desa tersebut mengikuti pelatihan dan program peningkatan kapasitas secara daring sebelum dinilai untuk menentukan 10 desa sebagai pemenang. Dan Desa Penggarit, menjadi 1 dari 10 desa pemenang dalam program Desa BRILian.

Sumber : liputan6.com

Tanggal : 2 Juni 2021