KOMPASIANA.COM (30/12/2025) | BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (26/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur hadir kembali memberi ruang belajar alami di hutan bagi peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kafilah A.K. Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto selama tiga hari dua malam dan berakhir pada Minggu (21/12) lalu, tepatnya di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur.

Kegiatan diksar dipandang sebagai pintu awal pembentukan karakter para kader, dengan rangkaian aktivitas yang dirancang untuk mengasah ketangguhan fisik, kekuatan mental, sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam berkemajuan. Melalui proses tersebut, diksar diharapkan mampu melahirkan pandu-pandunya yang berdisiplin tinggi, mandiri, serta memiliki jiwa korsa yang kuat dan tangguh.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala BKPH Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyatakan dukungan penuh Perhutani dalam memfasilitasi kegiatan serupa. Menurutnya, hutan sebagai paru-paru dunia sekaligus penyelamat lingkungan dari bencana dapat menjadi tempat untuk melaksanakan kegiatan edukatif, termasuk diksar para pecinta alam dari sekolah maupun universitas.

“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya selama kegiatan berlangsung. Jangan lupa utamakan keselamatan, dan semoga diksar memberikan dampak dan manfaat yang baik bagi para peserta,” pesannya.

Dari hasil evaluasi, diksar tersebut dinilai sukses sesuai tujuan kegiatan yang telah ditetapkan. Para peserta bukan cuma tangguh secara mental dan fisik, namun mampu memahami teknik kepanduan dasar. Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan seperti penjelajahan medan menuntut mereka untuk belajar soal navigasi, tetapi sekaligus beraksi secara nyata dalam menjaga hutan yang menjadi kawasan belajar agar tetap bersih dan bebas dari sampah.

Sisi menarik adalah di mana para peserta membuat kerajinan tangan saat perjalanan dengan memanfaatkan limbah pinus. Hal ini menjadi tanda bahwa terbentuk pula sisi kreatif dan produktif mereka dalam mengelola sesuatu yang pada umumnya sudah dianggap tidak berguna lagi.

Ketua Umum Hisbul Wathan Khafilah A.K. Anshori, Eko Setiawan, merasa mereka dibekali pengetahuan, keterampilan kepanduan, mental, kedisiplinan, dan nilai keikhlasan sekaligus. Tema yang diangkat, ‘Mengusahakan Terciptanya Kader yang Tangguh, Berintegritas, Peduli Sesama sesuai Janji dan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan’, terasa betul dalam setiap rangkaian kegiatan.

“Semoga nilai yang ditanam tidak berhenti di diksar ini, tapi diamalkan juga di kehidupan sehari-hari, dan menjadi kader yang tangguh, berakhlak mulia, berintegritas, dan siap mengabdi untuk persyarikatan, masyarakat, dan bangsa,” harapnya.

Ketua Panitia Diksar, Yanuar Rizki Arif Saputra, menyampaikan bahwa ia terkesan dengan kegiatan ujian jasmani hiking. Peserta harus kompak, tidak mudah menyerah, dan dituntut harus sigap memecahkan permasalahan di hutan.

“Kegiatan ini bukan hanya membangun pondasi kepemimpinan, tapi juga rasa cinta terhadap tanah air. Saya menyaksikan langsung semangat belajar, kekompakan, dan daya juang para peserta yang luar biasa. Dari upacara pembukaan, pengujian keterampilan kepramukaan, hingga renungan malam, semua dilalui dengan penuh khidmat dan disiplin,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada para pesrta untuk tidak berhenti belajar dan jadikan pengalaman serta ilmu yang didapat dari diksar untuk membuktikan bahwa Kader Hizbul Wathan merupakan generasi yang mampu menjadi teladan dalam membangun masa depan cerah. (Kom-PHT/Byt/Mei)

Sumber : kompasiana.com