BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (29/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Ayu melakukan monitoring wisata di kawasan hutan ‘Alas Pinus Reborn’ di Petak 6a Resor pemangkuan Hutan (RPH) Bayu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rogojampi, Rabu (27/8).

Monitoring wisata merupakan proses pengamatan dan evaluasi terhadap berbagai aspek kegiatan pariwisata, mulai dari daya tarik, fasilitas, hingga dampaknya terhadap ekosistem hutan. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat melalui Asper Rogojampi, Adi Raharjo, menjelaskan bahwa monitoring ini dilakukan untuk menjaga kualitas atraksi wisata, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memastikan keamanan dan keberlanjutan kawasan hutan.

“Beberapa aspek yang kami perhatikan antara lain kondisi daya tarik wisata, fasilitas pendukung, efektivitas pengelolaan, serta dampaknya terhadap lingkungan hutan. Kami juga meninjau sejauh mana wisata ini mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Adi.

Ketua LMDH Rimba Ayu, Komar, menambahkan bahwa kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan keberlanjutan wisata ‘Alas Pinus Reborn’. Menurutnya, hasil monitoring dapat menjadi acuan dalam memperbaiki kualitas atraksi, fasilitas, dan layanan pariwisata.

“Yang terpenting, wisata ini dapat terus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian hutan. Kami berterima kasih kepada Perhutani yang telah melakukan monitoring dan mendukung pengelolaan wisata ini melalui perjanjian kerja sama pemanfaatan kawasan hutan,” ungkap Komar. (Kom-PHT/Bwb/Eko).

Editor:Lra
Copyright©2025