MALANG, PERHUTANI (03/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang mengajak siswa SMP Islam Terpadu (IT) Insan Permata Kota Batu yang melakukan kegiatan penanaman pohon dan pembersihan sampah di kawasan Gunung Bokong, Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Minggu (02/11)

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi lingkungan bagi para siswa, sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian kawasan hutan. Dalam kegiatan ini, para siswa didampingi jajaran Perhutani, guru pendamping, serta tokoh masyarakat setempat.

Administratur Perhutani KPH mang melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Pujon Agung Wicaksono Romdoni menyampaikan, “Kami mengapresiasi inisiatif para siswa terlibat langsung merawat hutan. Edukasi lingkungan seperti ini penting untuk membentuk generasi yang peduli alam dan bertanggung jawab,” ujar Agung.

Selain menanam bibit pohon, para siswa juga melakukan bersih-bersih sampah di sepanjang jalur Gunung Bokong. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan hutan tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. Sebanyak sepuluh siswa turut serta dalam kegiatan ini dengan semangat menjaga kelestarian alam dan mempercantik jalur pendakian.

Salah satu siswa peserta, Fathan, mengungkapkan kebahagiaannya dapat berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan. “Ini pertama kali kami mendaki bersama, dan menjadi pengalaman berharga. Semoga pohon yang kami tanam dan sampah yang kami bersihkan bermanfaat bagi kelestarian hutan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Toyomerto, Ahmad Syaifudin atau yang akrab disapa Gus Udin, yang menilai bahwa langkah para siswa menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. “Kami bangga melihat semangat anak-anak SMP yang peduli dengan Gunung Bokong. Biasanya pendaki hanya fokus mencari kesenangan, tapi mereka datang untuk menanam dan membersihkan sampah,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, LMDH menyerahkan 15 bibit pohon kesek (Dodonaea viscosa), flora endemik Gunung Bokong, untuk ditanam oleh para siswa di sepanjang jalur pendakian.  (Kom-PHT/Mlg/Mhrr)

Editor:Lra
Copyright©2025