TASIKMALAYA, PERHUTANI (15/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya menerima penutupan kegiatan Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang dilaksanakan di lanskap Cikepuh dan Cimanintin. Kegiatan penutupan tersebut berlangsung pada Selasa (14/04) bertempat di kantor Perhutani KPH Tasikmalaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, didampingi KSS K3L, serta jajaran tim survei dari SINTAS sesuai dengan Surat Perintah Tugas, di antaranya Alhalimata Rosyidi selaku Coordinator Region Barat, Agung Kusumanto sebagai Technical Coordinator, Dhika Kamesywara sebagai Finance Admin Assistant, serta para Team Leader yaitu Hendi Kurniawan, Iman Suryana, Saepudin, dan Iwan Irawan.
Turut hadir pula anggota tim lapangan yaitu Erpan Sopian, Safaatul Huda, Irfan Faisal, Heru Setiawan, Rendi Muhammad, Adi Bangbang Fauzi, Ade Elan Ginawan, Fawaz Rafi Fauzi, dan Rian Risandi yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pemasangan perangkat survei yang telah dilaksanakan oleh tim SINTAS bersama jajaran Perhutani dalam rangka mendukung upaya konservasi macan tutul jawa sebagai satwa kunci ekosistem hutan.
Wakil Administratur/KSKPH Tasikmalaya, Rodiana Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan lancar dan kolaboratif. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim survei atas dedikasi dan kerja kerasnya. Kegiatan ini sangat strategis dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis konservasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa data hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan berbasis data (evidence-based policy) dalam upaya perlindungan satwa liar. “Ini adalah investasi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan,” tambahnya.
Sementara itu, Coordinator Region Barat SINTAS, Alhalimata Rosyidi, selaku perwakilan tim survei menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama kegiatan berlangsung. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Tasikmalaya atas dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan survei serta menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perlindungan macan tutul jawa,” ungkapnya.
Kegiatan JWLS dilaksanakan melalui metode pemasangan kamera trap di sejumlah titik strategis berdasarkan analisis habitat, guna memperoleh data terkait keberadaan, distribusi, serta perilaku macan tutul jawa di habitat alaminya.
Selain kegiatan teknis, tim juga melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung.
Perhutani KPH Tasikmalaya berperan aktif dalam mendukung pengamanan kawasan serta memastikan kegiatan berjalan sesuai prinsip pengelolaan hutan lestari dan berkelanjutan.
Hasil dari kegiatan survei ini selanjutnya akan dilaporkan pada tahap berikutnya setelah proses analisis data dari kamera trap selesai dilakukan oleh tim pelaksana.
Kegiatan ini menjadi milestone penting dalam memperkuat kolaborasi multipihak antara Perhutani dan mitra konservasi dalam menjaga keberlanjutan hutan. Ke depan, sinergi yang telah terbangun diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih adaptif dan berdampak nyata dalam pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya perlindungan macan tutul jawa di wilayah kerja Perhutani.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor: MS
Copyright © 2026