BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (10/03/2026) |  Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat bersama dengan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) PLMDH Selaras melakukan pembinaan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan Mitra Hutan Lestari (LMDH MHL)  dan Kelompok Kerja (Pokja) Tanaman LMDH terkait dengan rencana kerjasama MPTS (multi purpose tree species) penanaman Alpukat dalam kawasan hutan di rumah Ketua LMDH di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, pada Senin (09/03).

Mewakili Administratur KPH Banyuwangi Barat, Kasubsi Kemitraan Produktif, Suwadi menyampaikan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh pihaknya dalam rangka menjalin sinergitas dengan LMDH MHL yang merupakan mitra Perhutani dalam pengelolaan hutan berkelanjutan yang lestari.

“Kegiatan ini untuk penggalian potensi pengelolaan hutan dibidang pemanfaatan kawasan hutan untuk penanaman MPTS jenis Alpukat yang akan dilakukan oleh LMDH tentunya kita sampaikan juga terkait ketentuan peraturan yang berlaku,” kata Suwadi.

“Ada beberapa mekanisme aturan yang bisa dilakukan dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk penanaman MPTS yaitu sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Direksi Perum Perhutani Nomor: 06/PER/DIR/02/2024 tentang Pedoman Kerja Sama Pengelolaan Hutan Perum Perhutani dan Nomor 13/PER/DIR/08/2023 tentang Pedoman Kemitraan Perhutani,” terangnya.

Ketua LMDH MHL, Jaenuri mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka membangun tali silaturahmi antara pengurus LMDH dan juga Perhutani untuk menindak lanjuti agenda kegiatan dalam pemanfaatan kawasan hutan yang sudah direncanakan sehingga bisa dikerjasamakan

“Juga agar sinergitas antara Perhutani dan LMDH tetap terjaga dengan baik dan mudah mudahan dari kegiatan ini akan muncul lagi kesepakatan yang bisa saling menguntungkan bagi semua pihak dengan prinsip hutan lestari masyarakat sejatera,” kata Jaenuri.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kedatangan Perhutani ke pihaknya, pembinaan ini menjadikan kami lebih paham akan pemanfaatan kawasan hutan untuk kesejahteraan masyarakat disekitar hutan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku dan kegiatan bisa berjalan dengan baik disertai dengan dialog interaktif rasa kekeluargaan dan diakhiri dengan berbuka bersama dengan penuh keakraban,” pungkasnya. (Kom-PHT/BWB/eko).