"Loading..."

Perhutani Beri Himbauan Terapkan Prokes di Lokasi Wisata Melalui Siaran Radio

LAWU DS, PERHUTANI (9/11/2021) | Melalui siaran langsung Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 FM Madiun, Perhutani Kesatuan Pemangkuan (KPH) Lawu Ds memberikan himbauan kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan waspada bencana di dalam area wisata Perhutani khususnya jalur pendakian Cemoro Sewu Magetan, pada Senin (8/11).

Dalam keterangannya Adminstratur KPH Lawu Ds melalui Wakilnya Yudiono mengatakan bahwa pihaknya dalam rangka menghadapi era normal masa pandemi Covid-19 rencana uji coba pembukaan wisata yang berada di Kabupaten Magetan terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat berada dalam kawasan hutan wisata, patuhi prokes, selalu bermasker dengan tidak membuang sampah secara sembarangan.

”Kami bersama TNI, BPBD, instansi terkait lainnya dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat telah melakukan kegiatan sosialisasi melalui pertemuan-pertemuan dan penyuluhan dengan masyarakat sekitar tentang aturan masuk ke wisata harus menerapkan aplikasi Peduli Lindungi melalui android, kami juga sudah menerapkan Quick Response (QR) di jalur pendakian Cemoro Sewu dan tempat wisata lainya guna menciptakan kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

Yudiono menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya bencana khususnya di Gunung Lawu, pihaknya menggandeng Paguyuban Giri Lawu (PGL) dan relawan Anak Gunung Lawu (AGL). dengan  memberikan himbauan dan pemasangan tanda-tanda rawan pohon tumbang, longsor dan jalur yang tidak boleh dilalui.

“Wilayah kawasan hutan KPH Lawu Ds berada di 5 Kabupaten, yakni Kabupaten Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo dan Pacitan yang luasnya 52.256,4 hektar. Dari luasan tersebut terbagi menjadi sembilan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) dan 30 wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH), sehingga dalam hal pencegahan terjadinya bencana  juga dibantu oleh 152 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH),” katanya.

Sementara itu Reporter RRI Pro 2 FM Madiun Sofyan memberikan pertanyaan khususnya tentang jalur pendakian Gunung Lawu. Ia berharap jika nantinya jalur tersebut dibuka agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan selalu mengutamakan keselamatan pengunjung serta memperhatikan kejadian alam yang tidak terduga dalam memasuki musim penghujan.

“Antisipasi tentang terjadinya bencana juga menjadi tanggung jawab media untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui siaran langsung dengan melibatkan pemangku kepentingan,” pungkasnya. (Kom-PHT/Lwuds/Eko)

Editor : Ywn

Copyright©2021