CIAMIS, PERHUTANI (04/02/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis melaksanakn kegiatan pebinaan serta sosialisasi penerapan prosedur keselamatan bagi petugas dan mitra pengelola wisata yang berlangsung di lokasi wisata rintisan Leuwi Pamipiran Petak 32 RPH Kawali BKPH Ciammis pada Rabu (04/02).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sub Seksi (KSS) Agroforestry dan Ekowisata KPH Ciamis beserta jajaran, Camat Sadananya, Kepala Desa Tanjungsari, jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, unsur TNI dan Polri dari Koramil dan Polsek setempat.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap destinasi wisata rintisan yang berada di Perhutani KPH Ciamis memenuhi standar yang ketat, terutama di lokasi yang memiliki karakteristik alam yang memerlukan perhatian khusus. Pembinaan dan sosialisasi ini mencakup prosedur evakuasi, pemantauan kondisi alam, serta kesiapsiagaan petugas dalam mengahadapi situasi darurat.
Administratur/KKPH Ciamis Deden Yogi Nugraha, melalui KSS Agroforestry dan Ekowisata KPH Ciamis Aan Herliana, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa aspek keselamatan adalah pilar utama dalam keberlanjutan bisnis wisata.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas nomor satu, dengan sosialisasi ini mitra pengelola memiliki pemahaman yang sesuai dengan prosedur keselamatan, sehingga pengunjung merasa tenang dan nyaman saat berkunjung ke Leuwi Pamipiran” ujarnya.
Camat Sadananya, Ibu Armina menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada Perhutani yang telah memberikan ruang kepada masyarakat dalam pemberdayaan dan mendorong ekonomi lokal di wilayahnya terutama dalam pengembangan Desa Wisata.
“Kami masyarakat yang ada di Desa Tanjungsari ini sangat berterimaksih kepada Perhutani yang bersinergi dengan berbagai pihak dalam rangka mengembangkan dan memajukan wisata yang ada di daerah kami, sehingga Desa Tanjungsari ini menjadi salah satu Desa Wisata di Kecamatan Sadananya dan telah mendapat SK Desa Wisata dari Bupati Ciamis” ucapnya.
Melalui sosialisasi ini, Perhutani KPH Ciamis berharap kesadaran akan keselamatan dan kenyamanan di lokasi wisata alam terus meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan. (Kom-PHT/CMS/YH)
Editor : MS
Copyright@2026