BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (26/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Poncokusumo melakukan sosialisasi dalam rangka peningkatan produksi getah pinus, di petak 18 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sroyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rogojampi, pada Selasa (25/11)
Mewakili Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Kepala Seksi Produksi, Sunardi mengatakan bahwa, Komunikasi Sosial (Komsos) sebagai upaya memperkuat peran dan pemahaman masyarakat sekitar hutan, tersebut dilaksanakan tujuan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar hutan, meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Menurutnya, sosialisasi itu menyasar para petani hutan atau pesanggem dan penyadap getah pinus di Dusun Kopenlaban, Desa Macanputih, Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. “Selain itu kita juga meningkatkan kerja sama dalam berbagai aspek pengelolaan hutan, seperti melibatkan masyarakat dalam kegatan rutin tanaman kehutanan sebagai petani hutan (pesanggem) termasuk kegiatan produksi sebagai penyadap getah Pinus maupun Damar, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan, sambil tetap berpedoman pada aspek kelestarian lingku
Sementara Wakil Ketua LMDH Poncokusumo, Purnomo alias Pak Pur, mengatakan bahwa seluruh anggotanya adalah masyarakat disekitar hutan yang selama ini menggantungkan perekonomiannya pada hasil dari kawasan hutan selama puluhan tahun sebagai penyadap dan pesanggem yang hasilnya cukup menghidupi keluarga mereka, bahkan Perhutani masih memperbolehkan untuk memanfaatkan lahan dibawah tegakan untuk empon empon seperti jahe, kunyit serta tanam porang.
“Kami sangat sadar akan pentingnya kelestarian alam dan eksistensi hutan karena sangat bermanfaat bagi kami, untuk itu kami bertekad untuk menjaganya tentunya bersama Perhutani dan kami punya prinsip yang tidak bisa ditawar tawar lagi bahwa hutan lestari masyarakat sejahtera,” Tegas Pak Pur.
(Kom-PHT/BWB/eko).