MANTINGAN, PERHUTANI (14/05/2025) | Sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap kelestarian hutan dan kelimpahan sumber mata air, Perhutani bersama Masyarakat Desa Hutan (MDH) Sendangmulyo menggelar tasyakuran dan doa bersama di Sumber Mata Air Soco, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Demaan, Minggu (11/05).

Tasyakuran dan doa bersama merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat Desa Sendangmulyo sebagai wujud syukur atas nikmat kelestarian kawasan hutan serta melimpahnya air dari Sumber Mata Air Soco. Kegiatan ini dilaksanakan hampir setiap tahun pada bulan Selo dalam kalender Jawa, yang pada tahun 2025 bertepatan dengan bulan Mei.

Acara dilaksanakan di petak 67 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Blebak, wilayah BKPH Demaan, dan diikuti oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Demaan, Kepala Sub Seksi Pengembangan Bisnis, tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mbono Lestari, serta warga Desa Sendangmulyo.

Administratur KPH Mantingan melalui Kepala BKPH Demaan, Hari Juli Prihatianto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Sendangmulyo yang terus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan di wilayah BKPH Demaan.

“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan perhatian dan kesadaran masyarakat bahwa fungsi dan manfaat hutan sangat penting bagi keberlangsungan hidup. Selain sebagai tempat tinggal berbagai jenis ekosistem, hutan juga memberikan kelimpahan air yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Mbono Lestari, Soemarsono, menyampaikan apresiasinya kepada Perhutani atas upaya pelestarian hutan.

“Kami dari LMDH siap terlibat dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan, apalagi masyarakat Desa Sendangmulyo merasakan langsung manfaat dari Sumber Mata Air Soco. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kenikmatan bagi kita semua,” pungkasnya. (Kom-PHT/Mnt/Joy)

Editor: Tri

Copyright © 2025