CEPU, PERHUTANI (11/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu bersama Pabrik Gula (PG) Rejo Agung menggelar doa bersama dan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya panen perdana tebu. Kegiatan ini dilaksanakan di area tanaman agroforestry tebu wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sekaran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sekaran, pada Kamis (10/07).

Acara tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Cepu didampingi Wakil Administratur KPH Cepu Sub Utara, segenap Kepala Seksi, Kepala BKPH Sekaran, perwakilan PG Rejo Agung, tokoh agama, serta para pekerja lapangan yang terlibat langsung dalam panen tebu di petak 108a RPH Sekaran BKPH Sekaran.

Administratur KPH Cepu, Mustopo, menyampaikan harapannya agar melalui panen perdana menuju swasembada gula ini, Indonesia dapat menjadi eksportir gula. Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan kawasan hutan yang kurang produktif menjadi hutan produktif, khususnya di wilayah kerja Perhutani KPH Cepu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hutan dapat menjadi penyokong ketahanan sektor gula, baik melalui mekanisme kerja sama pemanfaatan hutan maupun dengan skema yang dilaksanakan langsung oleh Perhutani, seperti Agroforestry Tebu Mandiri (ATM). “Pak Menteri menyampaikan bahwa BUMN tidak boleh menjadi menara gading, tetapi harus bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan PG Rejo Agung, Deri, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Perhutani atas kesempatan kerja sama yang telah terjalin sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) No. 20/PKS/KUM/Divre Jateng/2024 tanggal 04 November 2024 tentang kemitraan tebu masa tanam 2024/2025. “Semoga kerja sama ini dapat membantu menambah pasokan bahan baku tebu ke pabrik kami,” pungkasnya. (Kom-PHT/Cpu/Pai)

Editor: Tri

Copyright © 2025