BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (06/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur turut serta dalam kegiatan penanaman lima ribu pohon di lereng Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Gunung Malang, yang masuk wilayah Desa Bambangan Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (04/04) sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan. Kawasan ini sebelumnya terdampak bencana banjir longsor.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama SMA Negeri 5 Purwokerto. Para siswa ikut terlibat langsung dalam proses penanaman. Mereka menyebar di titik-titik yang telah ditentukan. Keterlibatan pelajar dilihat sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Jawa Tengah, serta jajaran Forkopimda dan Forkopimcam setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan sinergi dalam menjaga kelestarian hutan.
Perhutani hadir sebagai pemangku kawasan hutan dan memimpin jalannya kegiatan. Penentuan lokasi dan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan. Hal ini penting agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang. Penanaman difokuskan pada area bekas longsor yang mengalami kerusakan cukup parah. Lahan yang sempat terbuka kini mulai ditata kembali. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur tanah dan mengurangi potensi bencana susulan.
Administratur Perhutani KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyampaikan bahwa kawasan ini membutuhkan perhatian serius. Bekas longsor membuat kondisi tanah menjadi labil. “Penanaman ini adalah langkah awal untuk memulihkan fungsi hutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan setelah penanaman. Tanaman yang sudah ditanam perlu dijaga agar dapat tumbuh dengan baik. Upaya ini membutuhkan kerja sama semua pihak.
Kepala SMA Negeri 5 Purwokerto, Joko Budi Santosa, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. Siswa diajak untuk peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin anak-anak belajar langsung di alam,” katanya.
Sementara itu, Kepala CDK Wilayah VI Jateng, Agung Lukman, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menilai langkah Perhutani yang bersinergi dengan SMA Negeri 5 Purwokerto sudah tepat. Penanaman pohon di area rawan bencana dinilai mampu menekan risiko di masa depan.
Sebanyak tiga jenis pohon ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya pinus, damar, dan puspa. Jenis tersebut dipilih karena sesuai dengan karakter tanah lereng. Kegiatan berjalan lancar dengan dukungan cuaca yang sedikit mendung. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap lereng Gunung Slamet dapat kembali hijau. Upaya ini juga menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian hutan dan keselamatan lingkungan sekitar. (Kom-PHT/Byt/Mei)
Editor: Tri
Copyright © 2026