KEDU UTARA, PERHUTANI (02/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pembinaan kegiatan penyadapan getah pinus. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kepada para penyadap di Desa Larangan Luwok, yang masuk kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Candiroto, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Sejahtera, Rabu (31/12).
Pembinaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil sadapan getah pinus agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para penyadap dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa. Materi pembinaan difokuskan pada teknik penyadapan yang sesuai standar operasional prosedur (SOP), ketepatan waktu pengerokan getah, serta perawatan bidang sadap agar produktivitas pohon tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Para penyadap secara aktif menyampaikan pengalaman dan kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari faktor cuaca hingga hasil sadapan yang belum optimal. Melalui diskusi dua arah ini, Perhutani memberikan arahan teknis sekaligus solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para penyadap.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa peningkatan hasil sadapan sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan penyadap dan keberlanjutan ekonomi masyarakat desa sekitar hutan.
“Jika teknik sadapan dilakukan dengan benar dan tepat waktu, hasil getah akan lebih optimal. Ini tentu berdampak langsung pada pendapatan penyadap dan roda ekonomi desa,” jelasnya.
Menurut Joko, pembinaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam mengelola hutan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
“Perhutani ingin masyarakat sekitar hutan merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan hutan, tanpa mengesampingkan kelestarian tegakan. Sinergi dengan LMDH dan penyadap menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya.
Ketua LMDH Wana Sejahtera Desa Larangan Luwok, Sumardi, menyambut positif kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai pendampingan dari Perhutani sangat membantu meningkatkan pemahaman penyadap, sehingga hasil kerja mereka dapat lebih maksimal.
“Semakin baik teknik sadapan, semakin baik pula pendapatan penyadap. Ini tentu berpengaruh pada ekonomi keluarga dan desa kami,” ungkapnya.
Salah satu penyadap getah, Wahyu Adi, juga mengaku merasakan manfaat dari pembinaan yang dilakukan secara langsung dan terbuka. Arahan dari Perhutani membuat kami lebih paham waktu pengerokan yang tepat. Harapannya, hasil getah meningkat dan bisa menambah penghasilan, ujarnya.
Melalui pembinaan ini, Perhutani KPH Candiroto berharap pengelolaan hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, dapat menjadi penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. Dengan peningkatan produktivitas sadapan, kesejahteraan penyadap meningkat, ekonomi desa tumbuh, dan kelestarian hutan tetap terjaga. (Kom-PHT/Kdu/Nurul).
Editor: Tri
Copyright © 2025