BANYUWANGI BARAT, PERHUTANI (27/11/2022) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat bersama Forkompincam Kalibaru, LMDH Lintas Gumitir dan Tokoh Masyarakat Kalibaru memberikan sosialisasi pemanfaatan hutan kepada masyarakat di sekitar hutan, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (26/11).
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat Dedy Siswandi mengatakan, bahwa Perum Perhutani pada prinsipnya sangat mendukung setiap kegiatan pemanfaatan kawasan hutan yang dilakukan masyarakat sepanjang kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tanaman kopi diperbolehkan ditanam di kawasan hutan tapi harus ada tanaman pokok kehutanannya, seperti dibeberapa tempat Bondowoso dan Garut kopi dari kawasan hutan tersebut hingga luar negeri, katanya.
“Hutan itu identik dengan tanaman kehutanan jadi harus diperbanyak tanaman kehutanannya untuk mencegah banjir, kali ini Perhutani menyediakan bibit tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) sebanyak 2.500 plances di mana di antaranya terdapat bibit klengkeng bantuan dari Cabang Dinas Kehutanan Banyuwangi yang sudah bersertifikat,” Imbuhnya.
Sementara itu Camat Kalibaru Susanto Wibowo menyampaikan, ”Kejadian banjir di Kalibaru kemarin marilah kitas sadar diri, ini bukan kesalahan alam tapi kesalahan kita semua, jadikan semangat untuk berubah dengan berbaiklah pada alam maka alam akan berbaik hati kepada kita.”
“Tanaman tumpangsari memang penting bagi ekonomi masyarakat tapi harus tetap menjaga ekosistem dengan memperbanyak menanam tanaman kehutanan,” tambahnya.
Terpisah Tri Suwarto mewakili Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Banyuwangi mengatakan, ”Pengelolaan hutan lestari dengan alam harus bersahabat, kalau tanam-tanaman homogen kopi lama-lama unsur hara yang di atasnya akan habis maka harus ditanam tanaman kehutanan, katanya. (Kom-Pht/Bwb/Eko)
Editor : Uan
Copyright © 2022