SURAKARTA, PERHUTANI (30/12/2025) | Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana alam pada musim hujan, Perum Perhutani KPH Surakarta menggelar Apel Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor serta Focus Group Discussion (FGD) penanggulangan bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wana Wisata New Sekipan, wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (29/12). Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mitigasi bencana alam, sekaligus meningkatkan kerja sama antara pengelola hutan, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman hidrometeorologi pada musim penghujan.

Administratur Perhutani KPH Surakarta Ronny Merdyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor. Ia menyampaikan bahwa luasnya wilayah kerja KPH Surakarta menjadi tantangan tersendiri apabila pengawasan dilakukan secara mandiri. Perhutani mengelola kawasan hutan negara seluas puluhan ribu hektare, sehingga keterlibatan relawan seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) sangat membantu, terutama saat terjadi kondisi darurat atau bencana. Ia juga menekankan bahwa bencana alam dipengaruhi oleh berbagai faktor alam dan sosial, tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi hutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno hadir sebagai narasumber dari unsur penanggulangan bencana. Ia menyampaikan bahwa sinergi lintas instansi, termasuk Perhutani, Polri, TNI, dan relawan mitigasi bencana, sangat penting agar upaya pencegahan dan respons dapat berjalan secara cepat dan tepat. Kesiapsiagaan tersebut dinilai sangat dibutuhkan mengingat meningkatnya fenomena cuaca ekstrem serta potensi banjir dan tanah longsor pada musim hujan. Kehadiran berbagai unsur, termasuk Forkopimcam Tawangmangu, turut memperkuat koordinasi operasional di lapangan.

Apel siaga ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi bencana sejak dini serta memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Melalui peningkatan koordinasi dan kesiapsiagaan, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. Perhutani bersama para mitra kerja akan terus mendorong sinergi ini agar setiap potensi ancaman bencana dapat dihadapi secara optimal dan efektif demi keselamatan masyarakat serta kelestarian kawasan hutan. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri
Copyright © 2025