BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (19/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) di Balai Desa Wanaraja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, serta kegiatan penanaman bersama di petak 12G-1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanayasa, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangkobar, pada Jumat (18/07). Jenis tanaman yang ditanam meliputi pinus, mahoni, aren, dan lainnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Kodim (Dandim) Kabupaten Banjarnegara, perwakilan Polres Kabupaten Banjarnegara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi E, Kepala Seksi Pemanfaatan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Banyumas Timur, Camat Wanayasa, Kepala BKPH Karangkobar, Kepala RPH Wanayasa, Ikatan Pemuda Penggerak Desa (IPDA) Indonesia, dan media lokal Banjarnegara.

Camat Wanayasa, Sri Wahjuni, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta dalam acara tersebut. Ia menyatakan bahwa warga Wanayasa siap untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.

“Bentuk dari menjaga hutan adalah warga Wanayasa siap digerakkan untuk melaksanakan reboisasi atau penanaman dengan bibit kehutanan, dan akan terus diberikan sosialisasi tentang pentingnya kelestarian hutan,” ungkap Sri.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Seksi PSDH, Sindar Pasaribu, menyampaikan bahwa Perhutani senantiasa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dengan tidak merusak ekosistem, seperti menebang pohon tanpa izin atau melakukan penggarapan liar.

“Hutan yang ada di kawasan Perhutani dapat menjadi kawasan perlindungan, terutama apabila terdapat mata air yang menjadi sumber kebutuhan masyarakat. Karena Wanayasa berada di dataran tinggi, Perhutani mengajak warga untuk menanam pohon berkayu di ladang masing-masing guna membantu mencegah terjadinya erosi yang dapat mengakibatkan bencana alam,” ujar Sindar.

Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Letkol Czi Teguh Prasetyanto, menyampaikan bahwa permasalahan konservasi dan keberlangsungan mata air menjadi perhatian penting bagi Kodim 0704 Banjarnegara. Ia mencontohkan Waduk Mrican yang mengalami sedimentasi tinggi, sebagai bentuk peringatan bahwa masyarakat harus sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan dan hutan.

“Kegiatan pelestarian hutan bukan hanya sekadar menanam, tetapi juga menjaga tanaman tersebut hingga tumbuh menjadi hutan yang rapat. Kelestarian hutan juga menjadi tanggung jawab bersama, terutama di Kabupaten Banjarnegara yang wilayahnya terdiri atas dataran tinggi dan dataran rendah,” ungkap Teguh.

Anggota DPRD Komisi E, H. Ja’far Shodiq, menambahkan bahwa Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, mencapai 80%, sehingga telah dibentuk Desa Tanggap Bencana dengan jumlah kurang lebih 240 desa. Jika terjadi bencana, pemerintah provinsi siap membantu, mengawal, dan mengatasinya.

“Forkopimda siap berkolaborasi dengan seluruh instansi di Kabupaten Banjarnegara serta masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan yang dapat mencegah terjadinya bencana alam,” ungkap Ja’far. (Kom-PHT/Byt/Str)

Editor: Tri

Copyright © 2025