"Loading..."

Perhutani Gelar Penanaman Bersama Para Stakeholder di Bukit Pule, Banyumas

BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (21/06/2021) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ardhi Kencana, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan penanaman pengkayaan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Logawa, bertempat di Bukit Pule pada Jumat (18/06).

Sebanyak 110 bibit yang ditanam terdiri dari 9 jenis yaitu Pulai (Alstonia scholaris), Trembesi (Samanea saman), Salam (Syzygium aolyanthum), Manglid (Magnolia champaca), Alpukat (Persea americana), Gowok (Syzygium polycephalum), Sawo Manila (Manilkara zapota), Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium) dan Gaharu (Aquilaria malaccensis).

Kegiatan diikuti oleh Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Barat Hartono, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Kusno beserta Kader Konservasi Alam, Babinsa Koramil Karanglewas Serda Budi Tofik, Babinkamtibmas Polsek Karanglewas Bripka Hasyim, Kepala Desa Sunyalangu Tolchah Mansur, Ketua LMDH Ardhi Kencana Slamet Abidin, Komunitas Pecinta Alam Wong APA Banyumas Doni, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Sunyalangu, serta sejumlah perwakilan masyarakat.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Asper BKPH Gunung Slamet Barat, Hartono berterima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi atas kepedulian masyarakat pada lingkungan khususnya hutan. Perhutani berharap  kegiatan semacam ini terus berlanjut dan diikuti semakin banyak pihak demi perbaikan lingkungan termasuk mata air serta mengembalikan fungsi hutan sehingga tetap lestari,” tuturnya.

Dalam kesempatannya, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Kusno menyampaikan tujuan dari penanaman pengkayaan ini yaitu untuk konservasi, pelestarian alam dan menambah keanekaragaman hayati dengan memperhatikan dari berbagai aspek. Aspek ekonomi diwujudkan dengan pemilihan jenis tanaman buah-buahan yang kelak dapat dipanen. Sedangkan aspek lingkungan, dengan pemilihan jenis Pulai yang banyak menyerap dan mempertahankan ketersediaan air serta jenis Salam untuk ketersediaan pakan burung jika kelak sudah berbuah.

“Mari bersama kita berbuat aksi nyata, memberi, berbakti untuk ibu pertiwi, dan berupaya dalam pelestarian alam tempat kita belajar berbuat kebaikan,” ajaknya. (Kom-PHT/Byt/Rhm)

Editor : Ywn

Copyright©2021