SURAKARTA, PERHUTANI (29/01/2026) | Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment kembali digelar oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Surakarta di Petak 17 Resort Pemangkuan Hutan Tangen, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Tangen, pada Senin (26/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perhutani dalam memastikan seluruh aktivitas pengelolaan hutan berjalan aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan standar pengelolaan hutan lestari.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh jajaran petugas lapangan, penyadap, pesanggem, serta unsur teknis kehutanan. Materi yang disampaikan berfokus pada penggunaan pestisida secara aman, pemakaian alat pelindung diri, serta mitigasi risiko lingkungan dan sosial sebagaimana tertuang dalam dokumen Environmental and Social Risk Assessment terbaru.

Wakil Administratur KPH Surakarta, Pirmansyah, dalam arahannya menegaskan bahwa sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment merupakan fondasi penting dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus kelestarian ekosistem hutan. Ia menyampaikan bahwa seluruh petugas dan mitra kerja Perhutani wajib memahami klasifikasi pestisida, khususnya bahan aktif yang termasuk dalam kategori Highly Hazardous Pesticide, serta disiplin dalam menerapkan prosedur kerja yang aman. Ia menekankan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya dituntut produktif, tetapi juga harus aman bagi manusia dan lingkungan, sehingga kepatuhan terhadap K3L dan ESRA menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan pekerja hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Tangen, Tri Heryanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat membantu pekerja lapangan dalam memahami risiko kerja dan langkah pencegahannya. Menurutnya, penjelasan secara langsung membuat para pekerja lebih memahami pentingnya penggunaan alat pelindung diri, tata cara penggunaan bahan kimia yang benar, serta dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Melalui sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan serta Environmental and Social Risk Assessment ini, Perum Perhutani berharap dapat membangun budaya kerja yang lebih aman, sadar risiko, dan ramah lingkungan di seluruh wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Tangen. Ke depan, Perhutani berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar penerapan K3L dan ESRA berjalan optimal di tingkat tapak serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan hutan yang lestari dan bertanggung jawab. (Kom-PHT/Ska/Mar)

Editor: Tri
Copyright © 2026