BALAPULANG, PERHUTANI (05/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari terus menggencarkan sosialisasi pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat sekitar hutan. Kegiatan ini dilaksanakan di petak 21 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Wanayasa, Desa Srengseng, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa (05/08).
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala BKPH Margasari beserta jajarannya, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), para pekerja panen tebu, serta tokoh masyarakat Desa Srengseng.
Administratur KPH Balapulang melalui Kepala BKPH Margasari, Rosikin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan di musim kemarau. Ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesadaran terhadap perubahan cuaca yang kini sulit diprediksi.
“Masa peralihan antara musim kemarau dan musim hujan, atau sebaliknya, sering kali menyebabkan cuaca ekstrem dan tidak menentu. Namun, Perhutani tetap konsisten melaksanakan sosialisasi karhutla agar warga yang memiliki lahan pertanian di sekitar kawasan hutan tidak membersihkannya dengan cara dibakar,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi tentang bahaya karhutla, kegiatan ini juga bertujuan mempererat sinergi dan koordinasi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat desa sekitar hutan. Rosikin menambahkan bahwa wilayah BKPH Margasari sebagian besar ditanami pohon jati serta terdapat tanaman agroforestry tebu mandiri yang sangat rentan terhadap kebakaran di musim kemarau.
Ketua LMDH Wana Kajoran Desa Srengseng, Sacroni, mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam mengadakan sosialisasi ini, meskipun tidak seluruh anggota LMDH dapat hadir. “Kami akan meneruskan informasi dari kegiatan sosialisasi hari ini kepada anggota LMDH dan masyarakat desa sekitar hutan. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Kami siap mendukung setiap program Perhutani, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” ungkapnya.
(Kom-PHT/Bpl/Pku)
Editor: Tri
Copyright © 2025