TASIKMALAYA, PERHUTANI (11/08/2025) | Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Tasikmalaya 2025, Kamis (07/08), di Ballroom Hotel Grand Metro, Jalan KHZ. Mustofa. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, bersama Sekretaris Daerah Asep Goparulloh, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga vertikal, dunia usaha, akademisi, media, serta masyarakat.
RPB ini disusun sebagai dokumen strategis jangka panjang yang menjadi pedoman penyelenggaraan penanggulangan bencana, setara dengan RPJMD namun berfokus pada aspek kebencanaan. Plt. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Dadang, menjelaskan bahwa penyusunan RPB didasarkan pada kajian risiko bencana yang komprehensif, sehingga mampu mengarahkan kebijakan, strategi, dan program aksi yang lebih tepat sasaran.
Kehadiran Perhutani KPH Tasikmalaya pada kegiatan ini diwakili oleh Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Tatang Subara yang didampingi Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Danru Polhutmob). Keduanya mengikuti rangkaian acara sebagai wujud dukungan terhadap penguatan sinergi penanggulangan bencana, terutama yang berkaitan dengan kawasan hutan sebagai penyangga ekosistem. Kehadiran unsur kehutanan ini dinilai penting, mengingat kawasan hutan memiliki fungsi strategis dalam mencegah banjir, longsor, dan kebakaran hutan.
Paparan narasumber dimulai oleh perwakilan BNPB yang membahas konsep dan konteks RPB di daerah, disusul pemaparan BPBD Provinsi Jawa Barat mengenai rencana penanggulangan bencana tingkat provinsi. Tenaga ahli penyusun RPB, Dr. Aria Mariany, ST, MT, menyampaikan kerangka acuan kerja penyusunan RPB Kota Tasikmalaya. Sementara Bappelitbangda menjelaskan integrasi dokumen RPB ke dalam perencanaan pembangunan daerah agar selaras dengan kebijakan lintas sektor.
Dari hasil kajian awal, BPBD Kota Tasikmalaya mengidentifikasi delapan jenis potensi bencana yang berisiko terjadi, di antaranya cuaca ekstrem, banjir, dan gempa bumi. Untuk kesiapsiagaan darurat, BPBD telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siaga 24 jam. Meski demikian, tantangan koordinasi di lapangan masih menjadi perhatian, sehingga kolaborasi lintas sektor seperti dengan Perhutani menjadi semakin relevan.
Administratur/KKPH Tasikmalaya melalui Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perhutani KPH Tasikmalaya, Tatang Subara menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung upaya mitigasi bencana melalui program penghijauan, perawatan hutan, dan patroli rutin. “Kami akan mengadaptasi pengelolaan hutan sesuai potensi bencana yang ada, agar hutan benar-benar berfungsi sebagai pelindung dan penyangga kehidupan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa dan foto bersama seluruh peserta. Dengan sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, termasuk Perhutani, diharapkan RPB Kota Tasikmalaya 2025 dapat menjadi panduan strategis yang mampu mewujudkan kota tangguh bencana dan aman bagi seluruh warganya.(Kom-PHT/Tsm/Irbas)
Editor : EM
Copyright © 2025