PURWODADI, PERHUTANI (09/12/2025) | Perum Perhutani turut hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan. FGD tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan dan pengelolaan DAS di Kabupaten Grobogan, pada Selasa (09/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo, Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Grobogan.
Dari unsur kehutanan, hadir Wakil Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi dan Wakil Administratur KPH Gundih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala CDK Provinsi Jawa Tengah Wilayah I, Kepala BPDAS Pemali Jratun, Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Kepala BBWS Pemali Juana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, serta akademisi yaitu Rektor Universitas An-Nuur Purwodadi dan Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Grobogan.
Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi mengenai pentingnya pengelolaan hutan dan DAS secara terpadu. Hutan memiliki fungsi strategis sebagai penyangga ekosistem, penopang ekonomi masyarakat, penyedia jasa lingkungan, serta pengurang risiko bencana, terutama banjir dan kekeringan yang kerap terjadi di wilayah Grobogan.
Wakil Administratur Perhutani KPH Purwodadi Hendry Kristiawan menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan.
“Perhutani siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menguatkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Evaluasi lapangan terus kami lakukan sesuai regulasi yang berlaku agar kelestarian hutan tetap terjaga. Kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” tegasnya.
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Grobogan berkomitmen penuh dalam upaya mitigasi bencana banjir melalui penataan ekosistem DAS dan kawasan hutan.
“Kami akan terus proaktif mengatasi persoalan lingkungan, terutama banjir. Perlu kolaborasi nyata dari semua elemen masyarakat, institusi pemerintah, dan dunia usaha. Perhutani juga memiliki kewenangan untuk memberikan tindakan tegas, termasuk punishment, kepada pihak yang tidak menunjukkan kompetensi dalam menjaga keberhasilan tanaman. Semua demi kelestarian hutan Grobogan,” ujarnya.
Rektor ITB-MG Jati Purnomo juga menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dan Perhutani, baik dalam bentuk kajian ilmiah maupun penguatan kapasitas pengelolaan lingkungan.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai penyedia basis data ilmiah dan inovasi teknologi. Kami siap mendukung Pemerintah Daerah dan Perhutani untuk mencapai pengelolaan hutan dan DAS yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan aksi kolaboratif antara pemerintah, BUMN kehutanan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan hutan Grobogan sebagai modal ekologis dan ekonomi untuk generasi mendatang. (Kom-PHT/Pwd/Aris)
Editor: Tri
Copyright © 2025