BALAPULANG, PERHUTANI (21/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang menghadiri penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Walang, Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Kamis (21/08).

Penutupan Program TMMD dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes Letkol Inf. Sapto Broto dan dihadiri lebih dari 700 peserta. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, organisasi masyarakat, pelajar, hingga masyarakat sekitar. Acara berlangsung khidmat namun tetap penuh semangat kebersamaan.

Adapun capaian pembangunan fisik TMMD kali ini berhasil diselesaikan 100 persen. Hasil tersebut antara lain pembangunan sumur bor dan menara air untuk kebutuhan air bersih warga, pembukaan badan jalan sepanjang 900 meter yang memudahkan akses antarwilayah, pembangunan makadam, talud, dan drainase, serta renovasi tiga rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak huni. Sementara itu, kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, pelatihan beternak untuk petani dan peternak lokal, pengobatan hewan gratis, serta sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda.

Administratur KPH Balapulang melalui Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan, Sukendar, menyampaikan bahwa sasaran utama TMMD kali ini mencakup pembangunan infrastruktur penting seperti pembukaan dan pengerasan jalan desa, perbaikan saluran irigasi, serta penyediaan fasilitas umum lainnya.

“Program ini diharapkan dapat mendongkrak konektivitas antarwilayah dan mempercepat akses perekonomian masyarakat Desa Karangjongkeng dan sekitarnya, sehingga daya beli masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf. Sapto Broto, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan juga gerakan sosial untuk memperkuat fondasi desa, baik dari sisi infrastruktur maupun ketahanan mental masyarakat. Dengan pembangunan fisik, aktivitas warga menjadi lebih lancar; jalan desa kini dapat dilalui kendaraan dengan mudah, sementara ketersediaan air bersih lebih terjamin. Sedangkan pembangunan nonfisik dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menumbuhkan kebersamaan.

“Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pembangunan tak bisa dilakukan oleh satu pihak, melainkan harus lintas sektor agar hasilnya maksimal,” kata Sapto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat yang telah bekerja keras melaksanakan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik secara bergotong royong. (Kom-PHT/Bpl/Pku)

Editor: Tri

Copyright © 2025