BANYUMAS TIMUR, PERHUTANI (19/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menghadiri rapat pembahasan laporan pendahuluan penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Banyumas yang bertempat di Aula Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) Kabupaten Banyumas, pada Kamis (17/07).
Peserta rapat berasal dari berbagai instansi, antara lain Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, Balai Ternak, Perum Perhutani, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu-Opak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman, Dinas Perindustrian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang), Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta Dinas Permukiman.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Kuat Sudarso, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta rapat sehingga kegiatan pembahasan laporan pendahuluan penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Banyumas dapat berjalan lancar.
“Untuk Profil Keanekaragaman Hayati yang mencakup ekosistem dan spesies Kabupaten Banyumas, pada tahun 2008 telah dilaksanakan kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman dalam penyusunan laporan pendahuluan keanekaragaman hayati, sehingga perlu dilakukan pemutakhiran data dari masing-masing dinas atau satuan kerja di lingkup Kabupaten Banyumas,” ungkap Kuat.
Konsultan penyusun dari Yayasan Kehati, Sisca Mutiatari, memaparkan bahwa keanekaragaman hayati meliputi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, yaitu gen, spesies, dan ekosistem (Suwarso et al., 2019). Secara alami, komponen keanekaragaman makhluk hidup memiliki keterbatasan persebaran sehingga tiap daerah menunjukkan kekhasannya masing-masing.
Kabupaten Banyumas memiliki karakteristik wilayah dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ekosistem beragam dan keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga berpotensi dijadikan sumber daya daerah pada masa mendatang. Berdasarkan ekosistemnya, keanekaragaman hayati di Kabupaten Banyumas telah banyak dimanfaatkan sebagai sumber daya ekonomi, seperti kayu bangunan, ikan kolam dan sungai, tanaman pangan, tumbuhan obat, tanaman hias, koleksi, dan sumber genetik.
“Namun, terdapat permasalahan yang mengganggu keanekaragaman hayati seperti perburuan kantong semar (Nepenthes adrianii) di Gunung Slamet, penggunaan bahan toksik untuk menangkap ikan di sungai, serta maraknya penangkapan dan penembakan burung. Untuk memahami kondisi ekosistem secara mendalam di Kabupaten Banyumas, dilakukan penyusunan profil keanekaragaman hayati ini sebagai dasar dalam mendukung kebijakan pengelolaan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Seksi Pemanfaatan Sumber Daya Hutan (PSDH), Sindar Pasaribu, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung dan memberikan data yang diperlukan dalam penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati Kabupaten Banyumas. “Perum Perhutani siap mendukung dan memberikan data yang diperlukan terkait penyusunan keanekaragaman hayati Kabupaten Banyumas,” jelas Sindar. (Kom-PHT/Byt/Str)
Editor: Tri
Copyright © 2025