BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (05/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menjadi narasumber dalam acara penyuluhan tentang penyulingan minyak kayu putih yang dilaksanakan dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2025 oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0703 Cilacap. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Gintungreja, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (05/08).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Administratur KPH Banyumas Barat, Kepala Seksi Perlindungan Hutan (KSS Binhut), Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Barat, dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisumur. Dari pihak Kodim 0703 Cilacap, hadir Letnan Dua (Letda) Romli selaku Pater Kodim beserta anggota. Juga hadir perwakilan Camat Gandrungmangu, Kepala Desa Gintungreja Suyanto beserta jajaran, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Sidamulya yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial pada petak 20 dan 21 RPH Cisumur, BKPH Rawa Barat.
Dalam pemaparannya, Wakil Administratur KPH Banyumas Barat, Andi Henu Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan penyulingan minyak kayu putih yang dilakukan di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya menghasilkan produk utama berupa minyak, tetapi juga menghasilkan limbah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Keberadaan penyulingan minyak kayu putih memberikan dampak positif secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, mulai dari pemungutan daun hingga proses penyulingan. Selain menghasilkan minyak kayu putih, limbah dari proses ini juga dimanfaatkan, seperti kayu bakar dan bahan penyubur tanah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa limbah cair dari hasil penyulingan banyak dicari oleh masyarakat karena dipercaya dapat digunakan sebagai obat ringan. Selain itu, daun sisa penyulingan dapat dijadikan kompos, dan abunya setelah dibakar juga bermanfaat sebagai pupuk dasar sebelum penanaman jagung.
“Alhamdulillah, Perhutani bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekitar. Sistem penyulingan ini memang sangat bergantung pada tenaga manusia, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dari warga sekitar. Ini tentu meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai mitra Perum Perhutani turut berperan dalam pengelolaan unit penyulingan tersebut, termasuk dalam merekrut tenaga kerja lokal yang cukup banyak terlibat dalam prosesnya.
Sementara itu, Kepala Desa Gintungreja, Suyanto, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Perhutani dalam kegiatan penyuluhan ini. “Tanaman kayu putih ini dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat, selain tentunya juga mendukung kelestarian hutan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Desa Gintungreja sebenarnya sudah lama menginginkan adanya penanaman tanaman kayu putih, dengan harapan dapat memberikan tambahan penghasilan dari hasil petikan daun. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Perum Perhutani atas kesediaannya hadir dan memberikan penjelasan serta arahan yang sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat Desa Gintungreja,” tutupnya. (Kom-PHT/Byb/Twn)
Editor: Tri
Copyright © 2025