JATIROGO, PERHUTANI (12/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Sunan Bonang sebelum melaksanakan pengumpulan data praktikum metodologi penelitian terkait strategi pengembangan smart agroforestry dalam perhutanan sosial dan analisis AWOT (AHP, SWOT, dan Analysis) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bangilan, Jumat (12/06).

Pembekalan dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi kawasan hutan, pengelolaan perhutanan sosial, serta metode pengumpulan data yang sesuai dengan kondisi lapangan. Kegiatan ini juga bertujuan mendukung kelancaran penelitian sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, Perhutani memberikan penjelasan mengenai pengelolaan hutan berbasis masyarakat, potensi pengembangan smart agroforestry, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi program perhutanan sosial di wilayah BKPH Bangilan. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan yang menjadi fokus penelitian.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (SDH), Hartono, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung kegiatan akademik yang berkontribusi terhadap pengembangan pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Perhutani menyambut baik kegiatan penelitian mahasiswa Universitas Sunan Bonang. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi masukan dalam pengembangan smart agroforestry pada kawasan perhutanan sosial, khususnya di wilayah BKPH Bangilan,” ujarnya.

Hartono menambahkan, konsep smart agroforestry memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Sementara itu, salah satu peserta penelitian, Prasetyo, mengapresiasi dukungan dan pembekalan yang diberikan Perhutani sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“Pembekalan ini sangat membantu kami memahami kondisi kawasan hutan dan metode pengumpulan data yang tepat untuk mendukung penelitian mengenai strategi pengembangan smart agroforestry dan analisis AWOT,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Jatirogo berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan dengan kalangan akademisi dalam mendukung pengembangan perhutanan sosial, pengelolaan hutan yang produktif dan lestari, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Kom/PHT/Jtr-Eva)

Editor:Lra
Copyright©2026