KEDU UTARA, PERHUTANI (26/08/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara mengawal Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam budidaya kopi hingga berkembang menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki daya saing, salah satunya kepada LMDH Nastiti di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo pada Selasa (26/08).
Langkah ini merupakan komitmen Perhutani dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa hutan dengan melakukan pendampingan mulai dari hulu, yaitu budidaya kopi di lahan hutan yang dikelola bersama masyarakat, hingga ke hilir, yakni pengolahan pascapanen. Perhutani hadir bukan hanya sebagai pengelola hutan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendampingi proses pemasaran hasil kopi.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menegaskan bahwa penguatan kapasitas LMDH dalam mengembangkan kopi hutan merupakan bagian dari strategi besar Perhutani dalam mewujudkan hutan lestari yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Perhutani tidak ingin masyarakat hanya berhenti menjual kopi dalam bentuk mentah. Perhutani mendorong agar LMDH mampu meningkatkan nilai tambah dengan mengolah kopi menjadi produk siap saji yang dapat dipasarkan lebih luas,” ungkapnya.
Saat ini, beberapa kelompok LMDH di wilayah KPH Kedu Utara telah berhasil memproduksi kopi bubuk dan biji sangrai dengan kemasan modern serta merek lokal. Produk tersebut mulai diperkenalkan melalui berbagai jalur, mulai dari penjualan langsung di desa, pasar tradisional, hingga merambah platform digital dan toko modern. Hal ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi kopi hutan.
Ketua LMDH Nastiti, Kumpul Priyono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani.
“Kami berterima kasih kepada Perhutani karena telah membantu kami meningkatkan kualitas kopi dan memberikan jalan agar produk ini bisa dikenal lebih luas. Dengan adanya pendampingan ini, ekonomi keluarga kami semakin terbantu dan desa menjadi lebih berdaya,” katanya.
Dengan sinergi antara Perhutani dan LMDH, kopi hutan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Lebih jauh, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Kom-PHT/Kdu/Eko)
Editor: Tri
Copyright © 2025