KEDIRI, PERHUTANI (24/07/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri hadir bersama Bupati dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon yang bertempat di kawasan wisata alam D’Capin petak 77 B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sendang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tulungagung, wilayah administratif Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, pada hari Rabu (23/07).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Rektor UIN SATU Tulungagung Abd. Aziz, Kepala Perhutani KPH Kediri Miswanto diwakili oleh Kepala Seksi Sumberdaya Hutan (SDH) Singgih Margianti Utami, Kejaksaan Negeri Tulungagung, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sendang Suryanto, DPRD Tulungagung, Polsek Sendang, Camat Sendang, Koramil 0807/17 Sendang, Kepala Desa Nglurup, Mahasiswa KKN UIN SATU, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, “mengapresiasi penuh inisiatif UIN SATU dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung yang mengambil tema Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan, yang menggabungkan dua aspek dalam pembangunan masa depan yaitu digitalisasi dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
“Penanaman pohon bersama ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan manifestasi dari komitmen ekologis yang berakar pada nilai-nilai keimanan dan tanggung jawab spiritual,” tambah Bupati Tulungagung Gatot Sunu.
Kepala Perum Perhutani KPH Kediri, Miswanto, dihubungi secara terpisah menyampaikan “dukungan dan apresiasinya atas inisiatif dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung dalam kegiatan penanaman 1.000 pohon di area kawasan Wisata Alam D’Capin petak 77 B RPH Sendang, BKPH Tulungagung, Perhutani KPH Kediri dengan tanaman jenis pohon Sengon dan Nangka,” ungkapnya.
Manfaat dari jenis tanaman pohon Sengon dapat membantu menyuburkan tanah karena kemampuannya mengikat nitrogen dan meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah dan cocok untuk berbagai keperluan seperti peti, konstruksi rumah, jembatan, dan bahan baku furnitur, serta jenis tanaman Nangka juga dimanfaatkan sebagai sayuran (tewel) untuk masyarakat. “Menanam pohon adalah tindakan nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa mendatang,” tambah Miswanto.
Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung Abd. Aziz menegaskan “kegiatan menanam pohon adalah sebuah ibadah, sebagai bentuk cinta alam dan bagian dari hablum min al-alam. Sinergi lintas sektor mulai Pemerintah Daerah Tulungagung, Perhutani, Pemerintah Desa Nglurup, Mahasiswa KKN dan masyarakat,” ujarnya.
“Harapannya setiap pohon yang ditanam bisa memberikan manfaat bagi lingkungan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan,” pungkas Rektor UIN SATU Abd. Aziz. (Kom-PHT/Kdr/Ton)
Editor:Lra
Copyright©2025