KEDIRI, PERHUTANI (11/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri menunjukkan komitmennya dalam upaya mitigasi bencana dengan berpartisipasi aktif pada Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kediri Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (11/11).

Wakil Administratur Perhutani KPH Kediri wilayah Utara, Bambang Ribudiono, menyampaikan bahwa Perhutani terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di kawasan hutan.

“Perhutani berperan aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan agar lebih siap menghadapi potensi bencana. Langkah nyata yang kami lakukan antara lain penanaman pohon, patroli rutin, pemasangan tanda peringatan di titik rawan, serta pelestarian kawasan hutan. Wilayah kerja kami meliputi Kecamatan Kandangan, Puncu, Ngancar, Semen, Mojo, dan Banyakan yang sebagian besar memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana alam yang sulit diprediksi. “Dengan koordinasi yang baik, kami berharap upaya penanganan dan pencegahan bencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efisien. Perhutani juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan dan lahan sebagai langkah preventif,” tambahnya.

Apel kesiapsiagaan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Kepala BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno, serta perwakilan dari Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, Polres Kediri Kota, Dinas Perhubungan, Tagana, PMK, Satpol PP, dan relawan peduli bencana.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa wilayah Kabupaten Kediri memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi, meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan.

“Langkah kesiapsiagaan harus diperkuat dengan kemampuan deteksi dini, kesiapan personel, peralatan, jalur evakuasi, penyaluran bantuan, dan komunikasi publik yang cepat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem karena keselamatan diri dan keluarga adalah yang utama,” ujar Dewi Maria Ulfa.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani KPH Kediri juga menurunkan personel Polisi Hutan (Polhut) beserta peralatan pendukung penanggulangan bencana sebagai bentuk kesiapan sumber daya di lapangan. Keterlibatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan serta keselamatan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (Kom-PHT/Kdr/Ton)

Editor:Lra
Copyright©2025