KEDU UTARA, PERHUTANI (22/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, melaksanakan koordinasi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hutan Lestari Desa Tanjungsari Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung serta tokoh masyarakat dalam rangka penguatan keamanan hutan dan penggalian potensi desa. Sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa sekitar kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Petung Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto. Rabu (17/12).

Koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus menggali potensi desa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Perhutani menilai keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan hutan dari berbagai gangguan, seperti pencurian kayu, perambahan, maupun aktivitas ilegal lainnya.

Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Candiroto, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Perhutani dan para pemangku kepentingan di tingkat desa.

“Keamanan hutan tidak dapat dijaga sendiri oleh Perhutani, melainkan harus didukung oleh peran serta masyarakat desa hutan. Melalui koordinasi ini, Perhutani ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan RPH Petung agar tetap aman dan lestari,” ujar Joko Supriyanto.

Selain membahas aspek keamanan hutan, pertemuan tersebut juga membahas potensi Desa Tanjungsari yang dapat dikembangkan melalui skema kemitraan kehutanan. Potensi tersebut antara lain sektor agroforestry serta peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Ketua LMDH Hutan Lestari, Mulsaat, menyambut baik koordinasi yang dilakukan Perhutani. Ia menyatakan bahwa LMDH siap mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan hutan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

“Kami dari LMDH Hutan Lestari berkomitmen untuk terus berperan aktif menjaga hutan. Selain itu, kami juga berharap potensi desa yang ada dapat dikembangkan bersama Perhutani sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak hutan,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tanjungsari, Slamet, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Menurutnya, hutan memiliki peran penting bagi kehidupan warga, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

“Dengan adanya koordinasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan desa. Potensi desa harus digali dengan tetap mengedepankan kelestarian hutan,” ujar Slamet.

Melalui kegiatan koordinasi ini, Perhutani berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dengan LMDH dan tokoh masyarakat Desa Tanjungsari dalam menciptakan keamanan hutan yang kondusif serta mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.  (Kom-PHT/Kdu/Nurul).

Editor: Tri

Copyright © 2025