*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(–header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]” dir=”auto” tabindex=”-1″ data-turn-id=”request-WEB:3221e68f-24ad-45b7-a53b-c41bf9cc622c-1″ data-testid=”conversation-turn-4″ data-scroll-anchor=”false” data-turn=”assistant”>

BALAPULANG, PERHUTANI (14/02/2026) | Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan agroforestry, Perum Perhutani KPH Balapulang melalui BKPH Margasari melaksanakan kegiatan pembinaan kepada masyarakat desa hutan di wilayah RPH Wanayasa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu (14/02).

Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan langsung di kawasan hutan Wanayasa tersebut diikuti KRPH Wanayasa, Polter Wanayasa, Ketua LMDH, serta masyarakat desa hutan setempat. Pembinaan difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang, yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan kerja di hutan maupun keberlangsungan tanaman kehutanan dan pertanian.

Selain itu, Perhutani juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketahanan pangan melalui penerapan sistem agroforestry. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan hutan secara bijak dengan menanam komoditas pangan dan tanaman bernilai ekonomi tanpa mengganggu fungsi pokok hutan. Pola agroforestry ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa hutan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Administratur KPH Balapulang Angkat Wijanto menegaskan komitmen Perhutani untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat desa hutan. Menurutnya, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan penguatan agroforestry merupakan langkah strategis untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

KRPH Wanayasa Sep Pramono menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat desa hutan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan kawasan hutan serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja, khususnya saat beraktivitas di kawasan hutan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

Ketua LMDH Wana Maknur Desa Songgom Lor Sulton menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Balapulang. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat desa hutan semakin memahami pentingnya menjaga hutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan hutan yang bertanggung jawab.

Dengan adanya kegiatan pembinaan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa hutan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. (Kom-PHT/Bpl/mmy)

Editor: Tri
Copyright © 2026